Jaya Hartono: Serap Habis Ilmu Maradona!

Foto: Antara

Surabaya, Sayangi.com  – Pelatih nasional Jaya Hartono berharap ilmu bermain bola yang ditularkan Diego Maradona harus diserap oleh pelatih-pelatih Tanah Air, khususnya mereka yang memiliki sekolah sepak bola untuk diterapkan dalam kepelatihannya.

“Jangan hanya pesepakbola saja yang menyerap ilmu Maradona, tetapi pelatih yang kebetulan ikut harus memperhatikannya. Ini kesempatan sangat langka dan bisa saja hanya sekali selama karir kepelatihan,” ujarnya ketika ditemui di sela-sela “coaching clinic” Maradona di Lapangan Tugu Pahlawan Surabaya, Selasa.

Menurut dia, kedatangan legenda hidup sepak bola dunia itu memotivasi pesepakbola cilik dan remaja, khususnya di Surabaya. Dengan kedatangan Maradona, peserta “coaching clinic” pasti memiliki kebanggaan tersendiri dalam karir sepak bolanya ke depan.

Mantan Pelatih Persib Bandung tersebut menilai, saat ini sebenarnya di Indonesia banyak pesepakbola remaja yang memiliki kualitas dan teknik bermain bola yang mumpuni. Dalam hal ini, kejelian pelatih sangat ditentukan untuk mencari pesepakbola berbakat.

“Saya yakin ada remaja-remaja di negeri ini yang berkualitas. Pelatih sangat berperan dan memiliki andil besar mencarinya, terutama para pelatih di sekolah sepak bola,” kata Jaya Hartono.

Pelatih yang pernah sukses menangani Persik Kediri itu juga berkomentar tentang “coaching clinic” Maradona. Ia menyanyangkan lokasi yang digunakan untuk latihan, apalagi tidak ada tempat bagi penonton untuk menyaksikan dari jarak jauh.

“Seharusnya lokasi seperti Stadion Gelora 10 Nopember yang digunakan. Penonton bisa duduk di tribun dan Maradona bisa leluasa memberikan porsi latihan, dan peserta tidak terganggu karena penonton yang mendekat. Ke depannya, ini yang harus diperhatikan,” katanya.

Sementara itu, Pelatih nasional lainnya, Joko Malis juga mengakui kedatangan Maradona memotivasi pesepakbola dan pelatih untuk menularkan ilmu bermain bola. Secara psikologis, motivasi dari pemain sekelas legendaris dunia sangat penting bagi anak-anak.

“Semoga bintang-bintang dunia lainnya bisa menyusul ke Indonesia, terutama ke Surabaya dan menularkan ilmu sepak bolanya,” kata mantan Pelatih Persik Kediri dan Gresik United tersebut.

Satu ilmu dan kesan yang didapat dari seorang Maradona, kata dia, yakni pesepakbola berpostur tidak tinggi dapat menunjukkan dan berprestasi luar dunia. Menurut dia, tidak hanya Maradona saja yang membuktikannya, namun pemain terbaik dunia saat ini Leonel Messi juga membuktikannya. Bahkan, Timnas Jepang juga telah menunjukkan bahwa postur pesepakbola Asia tidak bisa diremehkan.

“Seharusnya ini yang menjadi pelajaran pesepakbola Indonesia. Jangan karena postur di bawah ukuran normalnya pesepakbola, lantas minder dan permainnya jelek. Intinya, tinggi badan bukan masalah bagi pesepakbola,” kata mantan pemain Niac Mitra yang pernah mencetak gol ke gawang Arsenal pada laga persahabatan di Stadion Gelora 10 Nopember tersebut. (RH)

 

Berita Terkait

BAGIKAN