Maradona: “Bermain bola itu harus konsentrasi dan memiliki tujuan”

Foto: Antara

Surabaya, Sayangi.com – Legenda hidup sepak bola dunia asal Argentina Diego Armando Maradona melatih ratusan anak selama 40 menit dalam sesi “coaching clinic” di Lapangan Tugu Pahlawan Surabaya, Selasa.

Mengenakan kaos biru bercelana pendek hitam dan bersepatu bola, mantan pesepak bola klub Napoli tersebut, tampak bersemangat menularkan ilmunya cara bermain bola yang benar. Meski cuaca gerimisi dan lapangan becek, namun ia serius melatih.

Bahkan, sesekali Maradona berteriak kepada pesepak bola cilik agar memperhatikannya. Pria yang populer dengan julukan “Gol Tangan Tuhan” tersebut tidak ingin anak-anak bermain bola tanpa visi dan seenaknya sendiri.

“Bermain bola itu harus konsentrasi dan memiliki tujuan. Kita juga harus berfikir bagaimana jika melindungi bola agar sampai tidak dicuri lawan,” katanya sembari mencontohkan cara menggiring bola.

Di lapangan, ia ditemani seorang penerjemah yang juga mantan pesepak bola. Maradona mengajari cara teknik bermain bola, seperti “passing” (mengumpan), “dribbling” (menggiring), “shooting” (menendang), dan sejumlah teknik lainnya. Anak-anak pun terlihat bersemangat menjalankan semua instruksi yang disampaikan.

Pesepak bola yang mengantarkan Timnas Argentina juara dunia pada 1986, itu juga mengajarkan bermain satu dua sentuhan, serta bergerak tanpa bola. Dengan sesekali mengangkat topi dan meniup peluit yang dibawanya, Maradona cukup puas dan memuji semangat serta teknik yang dimiliki anak-anak bermain.

“Satu dua sentuhan sangat penting, sebab ada saatnya kapan menggiring dan mengumpan bola. Jangan sampai setelah mengumpan pemain hanya diam, tapi segera cari tempat kosong dan meminta bola,” ucapnya.

Sementara itu, sebelum “coaching clinic” dimulai, Maradona meminta kepada penonton maupun wartawan tidak mendekat dan menjauh dari panggung maupun lapangan tempat latihan. Dengan pengawalan sangat ketat, pria berusia 53 tahun tersebut sempat mengaku senang bisa berada di tengah-tengah calon pesepak bola masa depan.

“Saya sangat senang di sini, dan akan menunjukkan kalian cara serta teknik-teknik bermain bola,” ujarnya.

Salah satu peserta “coaching clinic’, Ramadhan mengaku senang bisa dilatih oleh pesepak bola sekelas Maradona. Meski ia belum pernah melihat aksi “sang bintang” di lapangan karena ia belum lahir saat masa jayanya Maradona, namun pengalaman dilatih Maradona tidak akan pernah dilupakannya.

“Saya tahu dan melihat aksinya dari internet dan diceritai oleh orang tua. Meski hanya sebentar, saya puas dan akan selalu ingat bagaimana cara bermain sepak bola,” katanya. (RH/ANT)

 

Berita Terkait

BAGIKAN