DPR Nilai BLSM tak Bisa Atasi Kemiskinan

Foto: ANT

Jakarta, Sayangi.com – Anggota Komisi XI DPR RI Arif Budimanta menyatakan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) tidak akan mampu mengurangi jumlah rakyat miskin. Menurutnya pemikiran kenaikan harga BBM disertai dengan BLSM akan mengurangi kemiskinan adalah keliru.

“Banyak penduduk yang hidup di sekitar garis kemiskinan. Mereka tidak tergolong miskin, tetapi sangat rentan terhadap kemiskinan (termasuk saat harga BBM dinaikkan),” ujarnya di sela diskusi bertajuk “Setelah BBM Dinaikkan: Dampaknya Terhadap Ekonomi dan Politik” di Akbar Tandjung Institute, Jakarta, Rabu (3/7/2013) sore.

Arif memaparkan data BPS tahun 2011 mengenai struktur kemisikinan di Indonesia. Dari data itu disebutkan terdapat 11,29 persen atau 27,14 juta penduduk rentan/hampir miskin. Golongan ini kata Arif, menjadi miskin ketika harga BBM dinaikkan, dan BLSM tidak menjangkau mereka. Sementara jumlah penduduk miskin dan sangat miskin mencapai 12,49 persen atau 30,02 juta.

“Dengan tidak terakomodasinya rakyat miskin baru (yang miskin akibat kenaikan harga BBM), ketidakpercayaan publik terhadap pemerintah, serta berbagai kasus ketidaksesuaian penyaluran BLSM, sangat wajar jika survei LSI menyatakan bahwa 72,33% masyarakat tidak yakin penyaluran BLSM akan tepat sasaran,” pungkas politisi PDIP itu.