IBC Serukan Tidak Pilih Politisi Yang Disokong Dana Asing

Jakarta, Sayangi.com – Peneliti Indonesia Budget Center (IBC) Apung Widadi menyerukan untuk tidak memilih calon legislatif atau calon presiden di Pemilu 2014 yang bermodalkan dana kampanye asing. Hal itu menurutnya akan menjerat negara kita dalam kepentingan pihak asing yang bisa membangkrutkan negara.

Apung menjelaskan, utang luar negeri kita saat ini sudah menggunung, dan negara terancam bangkrut. Total utang pemerintah hingga saat ini, kata dia, mencapai Rp2.023,72 triliun atau setara dengan 1,5 x APBN.

“Untuk itu, negara dan politisi jangan tersandera utang luar negeri. Masih ingat temuan dana kampanye dari asing kepada salah satu Capres di Pemilu 2009? Waktu itu ada sumbangan dana kampanye dari PT Northstar Pasific Investasi holding Texas Pacific Group, Amerika Serikat,” bebernya kepada Sayangi.com, Rabu (10/7).

Diberitakan di berbagai media pada tahun 2009 lalu, penyumbang dana kampanye pasangan Calon Presiden-Wakil Presiden SBY-Boediono, yaitu PT Northstar Pasific Investasi diduga terafiliasi dengan perusahaan asing, Texas Pacific Group, dari Amerika Serikat. Perusahaan ini menyumbang dana kampanye ke pasangan yang diusung Partai Demokrat itu sebesar Rp 1 miliar.

Di samping itu, PT Northstar Pasific Investasi juga diduga berafiliasi dengan perusahaan lainnya dalam satu holding company dan melebihi batasan sumbangan, yaitu PT Northstar Pasific Capital yang menyumbang Rp 1 miliar, PT Sumber Alfaria Trijaya yang menyumbang Rp 3,5 miliar, dan PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional menyumbang Rp 3 miliar. Bila dijumlahkan perusahaan ini menyumbang Rp 8,5 miliar kepada Pasangan SBY-Boediono di Pilpres 2009. (HST)