BPK Bentuk Pusat Data Pemeriksaan Elektronik

Foto: cyberpark.no

Jakarta, Sayangi.com – Badan Pemeriksa Keuangan RI membentuk pusat data keuangan. Pusat data ini digunakan untuk melakukan pemeriksaan secara elektronik atau e-audit.

Dalam keterangan pers yang disampaikan melalui situs resminya pada Selasa (9/7/2013) disebutkan, pusat data tersebut akan terhubung secara online dengan data yang dimiliki entitas. Kemudian pusat data tersebut digunakan untuk melakukan pemeriksaan secara elektronik (e-audit).

“Kami mengharapkan dukungan kementerian/lembaga demi suksesnya pengembangan pembentukan pusat data keuangan negara,” ujar Anggota BPK, Sapto Amal Damandari.

Menurutnya, pelaporan keuangan yang baik tidak hanya berujung dengan tercapainya opini wajar tanpa pengecualian (WTP). Namun dapat menjadi sumber informasi yang sangat strategis dalam pengambilan keputusan untuk pencapaian tujuan berbangsa dan bernegara.

“Oleh karena itu, pemeriksaan merupakan suatu kebutuhan, menindaklanjuti hasil pemeriksaan bukanlah suatu keterpaksaan,” jelasnya.

Sapto juga mengingatkan bahwa pemberian opini dalam pemeriksaan laporan keuangan oleh BPK dimaksudkan untuk menilai kewajaran penyajian laporan keuangan. Pemberian Opini tidak dimaksudkan untuk menilai kinerja dan menghapus korupsi.

“Opini WTP adalah terkait dengan kewajaran penyajian laporan keuangan. Opini WTP tidak dimaksudkan untuk menilai kinerja satu entitas dan tidak pula untuk menghapus perbuatan melawan hukum atau korupsi yang terjadi di kementerian/lembaga,” tegasnya.

“Sesuai fungsi dan kedudukannya, BPK akan terus mendorong peningkatan kualitas pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara yang salah satunya dengan mengembangkan pembentukan pusat data keuangan yang dinamakan Sinergi Nasional Sistem informasi (SNSI).”