Soal Laporan Yani dan Sudding, Penyidik Masih Cari Bukti Kuat

Jakarta, Sayangi.com – Bareskrim Mabes Polri masih mencari bukti dan saksi terkait  laporan dua anggota DPR RI, Sarifuddin Sudding dan Ahmad Yani. Kedua politisi itu melaporkan Indonesian Corruption Watch (ICW), karena dianggap mencemarkan nama baik, dengan memasukkan nama mereka ke dalam 36 nama anggota dewan yang berkomitmen rendah terhadap pemberantasan korupsi.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Ronny F Sompie mengakui, hingga kini Bareskrim masih mempertajam sidik terhadap laporan tersebut. Langkah lanjut proses lidik bergantung pada awal guna memperoleh bukti awal yang cukup.

“Karenanya sabar, beri kesempatan penyidik Bareskrim pertajam cari bukti cukup, termasuk cari saksi agar bukti permulaan itu bisa ditemukan agar jadi pedoman,” ungkap Ronny, di Mabes Polri (Rabu,10/7).

Ronny menambahkan, penyidik bekerja dari hasil yang dilaporkan, dan dipersangkakan. Itu jadi dasar penyidik untuk kaji bukti agar bisa digunakan, memperkuat persangkaan itu.

 “Nanti disesuaikan dengan pasal pidana yang jadi dasar,” pungkasnya.

Sebelumnya, pada 1 Juli 2013, politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Ahmad Yani dan politisi Hanura Sarifuddin Sudding melaporkan ICW karena dianggap telah mempublikasikan nama mereka sebagai anggota dewan yang rendah komitmennya dalam pemberantasan korupsi.

Menurut mereka, tindakan ICW telah merusak nama mereka di mata dapilnya. Di samping, apa yang dikeluarkan ICW tidak sesuai fakta.

ICW dilaprokan dengan nomor LP No LP TBL/ 294/VII/2013/Bareskrim, dengan Pasal 310,311, KUHP Dan UU No 11/2008, tentang  ITE pasal 27 ayat 3 pasal 36 dan pasak 45 ayat 1 dan pasal 51 ayat 2. (HST)