Mabes Polri Janji Tindaklanjuti Laporan Terhadap Deputi BNN

Jakarta, Sayangi.com – Mabes Polri berjanji tetap mengusut laporan seorang pengusaha bernama Helena, terhadap Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Inspektur Jenderal Benny Mamoto. Benny pada 28 Juni 2013, dilaporkan Helena ke Bareskrim Mabes Polri atas dugaan pemerasan, senilai Rp800 ribu dolar Singapura. Dia juga diduga menyalahgunakan wewenang.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Ronny F Sompie memastikan kasus akan tetap diselidiki. Namun penyidik Polri dan penyidik BNN masih fokus pada kasus Kompol AD. Ia berjanji penundaan penyelidikan laporan Helena, tidak menghilangkan pidananya.

“Kalau Helena punya bukti, bukti itu tidak akan hilang,” ungkap Ronny, di Mabes Polri, Rabu (10/7).

Sementara itu soal pemeriksaan kasus dugaan pencurian dokumen oleh Kompol AD di Gedung Badan Narkotika Nasional (BNN), Irjen Ronny menjelaskan, tim gabungan masih bekerja mengusut kasus itu. Meski BNN tidak jadi melaporkan tindakan Kompol AD ke Bareskrim Polri namun Ronny memastikan, bila memang ada fakta pencurian, laporan itu bisa ditindaklanjuti. Selain itu, sebagai tanggung jawab moril, Bareskrim tetap melakukan pemeriksaan sebagi bagian pengawasan, termasuk melakukan pemeriksaan CCTV di Gedung BNN.

“Soal Kompol AD,tidak ada pembelaan Bareskrim pada anggotanya. Karena pimpinan Bareskrim dan pimpinan Polri tidak akan bela anggota yang lakukan pelanggaran, kode etik, disiplin, atau pidana,” ungkap Ronny.

Jenderal bintang dua itu menepis terjadi perseteruan antara BNN dan Bareskrim. Justru ia menegaskan, kalau kedua lembaga itu tetap berkoordinasi dalam memberantas korupsi. Dalam hal ini di bawah Dir IV Bareskrim Polri.

“Penyidikan di beberapa provinsi dan kabupaten, dilakukan juga atas kerjasama kedua lembaga ini,” pungkas Sompie. (HST)

Berita Terkait

BAGIKAN