Anggaran Rp4,2 Triliun, Program BP3TI Banyak Yang Terbengkalai

Foto: Sayangi.com/Hurri Rauf

Jakarta, Sayangi.com – Anggota Komisi I DPR RI Evita Nursanti mengatakan perlu adanya restrukturasi kepengurusan Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI) di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Sebab menurutnya, banyak program BP3TI yang tidak dijalankan secara maksimal.

“Padahal anggarannya Rp4,2 triliun. Itu sudah dimoratorium,” kata Evi di Komplek Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (10/7).

Menurut dia, jumlah personel yang ada di BP3TI yang menjalankan program-program pemerintah itu hanya berjumlah 30an orang. Dengan jumlah itu, kata dia, tidak mungkin bisa maksimal menjalankan program dengan anggaran yang cukup besar.

“Hanya berjumlah 30 orang dan dipimpin oleh eselon III . Itu tidak mungkin. Instansi yang anggarannya begitu besar koq hanya dipimpin eselon 3. Harus diperkuat keberadaan dari BP3TI ini,” tukas Evi.

Menurut Evi, program-program yang tidak maksimal dikerjakan oleh BP3TI itu adalah diantaranya adalah Program Desa Berdering, Desa Pintar, dan layananan internet WIFI di seluruh kabupaten atau kota. “Mereka pengawas dan itu dikontrakkan pelaksanaannya. Karena sistem kontrol dari BP3TIĀ  itu juga tidak jelas. Banyak yang harus dibenahi supaya program-program yang bagus tidak amburadul lagi,” tutup politisi dari Fraksi PDI-Perjuangan itu. (HST)