BLSM di Kudus Dibagi Rata

Foto : Antara

Kudus, Sayangi.com – Penerima dana Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, ada yang dibagi rata dengan penduduk miskin yang tidak menerima. Hal itu dibenarkan Arif Chuzaimahtun, kepala Desa Padurenan, Kecamatan Gebog, Kudus, di Kudus, Rabu (10/7). “Itu sudah kesepakatan warga,” ungkap Arif.

Sebelum dicairkan pada Kamis (4/7), terang Arif, pemerintah desa memang memberi pemahaman kepada pemegang KPS, ada warga yang benar-benar miskin justru tidak mendapatkan BLSM. Akhirnya, lanjut Arif, penerima BLSM sepakat hanya menerima Rp 150 ribu, dan Rp 150 sisanya dikumpulkan di tingkat Rt untuk dibagi rata dengan warga lainnya.

Dana yang terkumpul itu, sambung Arif, dibagikan sesuai jumlah warga yang dianggap layak menerima bantuan. “Hanya saja, warga yang memang namanya tidak tercatat sebagai penerima BLSM di masing-masing RT menerima dana bervariasi, karena disesuaikan dengan dana yang terkumpul dan jumlah warga miskin yang ada,” ujarnya.

Jumlah penerima BLSM di desanya, jelas Arif, sebanyak 328 RTS. “Hanya saja, berdasarkan pengamatan di lapangan banyak yang tidak tepat sasaran,” ujarnya. Bahkan, BLSM yang salah sasaran dalam hitungannya bisa mencapai 60 %. Hal itu disebabkan, saat pendataan warga miskin, aparat desa setempat tidak dilibatkan. “jika dikoordinasikan tentu tidak akan ada masalah,” imbuh Arif.

Berdasarkan data dari Kantor Pos Cabang Kudus, jumlah penerima dana BLSM di Kudus sebanyak 36.332 RTS. Dana BLSM yang diterima warga pemegang KPS untuk pencairan tahap pertama sebesar Rp300.000 untuk dua bulan, karena setiap bulannya hanya dialokasikan Rp150.000. (MARD/Ant)

Berita Terkait

BAGIKAN