Kesepakatan Gagal, Korut Tuduh Korsel Tak Tulus

Foto: Antara

Seoul, Sayangi.com – Pertemuan yang menjadi harapan semua pihak bisa berjalan baik rupanya gagal dilakukan. Korea Utara dan Korea Selatan hari Rabu (10/7) gagal capai kesepakatan pembukaan kembali kompleks industri bersama, Kaesong yang dulu dibangun sebagai simbol rekonsiliasi. Pyongyang menuduh Seoul tidak tulus, namun mereka akan bertemu lagi pekan depan.

Wilayah industri bersama, Kaesong, yang berada di utara tidak jauh dari perbatasan, dibuka tahun 2004 namun tiga bulan lalu ditutup ketika hubungan kedua Korea mencapai titik parah.

Dalam pertemuan akhir pekan yang jarang terjadi, keduanya menyepakati prinsip pembukaan kembali Kaesong.

Di kompleks industri bersama itu, terdapat 53.000 warga Korea Utara yang bekerja di 123 pabrik milik Korea Selatan yang memproduksi tekstil atau barang-barang industri ringan.

Namun, dalam perjalanannya, pembicaraan tentang Kaesong gagal mencapai kesepakatan pembukaan kembali, namun perwakilan Korut dan Korsel akan bertemu lagi hari Senin depan.

“Kami sepakat bahwa kompleks ini harus dipelihara dan dikembangkan lebih lanjut,” kata ketua delegasi Korea Selatan, Suh Ho, kepada para wartawan.

“Pihak Korea Utara berargumentasi bahwa kegiatan di kompleks itu harus dimulai kembali segera setelah pemeriksaan terhadap mesin-mesin selesai. Sementara itu, kami mencatat bahwa situasi yang sama bisa berulang, bahkan setelah kompleks dibuka kembali, jika tidak ada jaminan kuat tentang bagaimana mencegah kemungkinan terjadinya (penutupan).

“Jadi diputuskan bahwa masalah ini akan dibahas pada pertemuan berikutnya,” tambahnya.

Korea Utara mengatakan pihaknya telah melakukan “upaya-upaya yang tulus” untuk mencapai kesepakatan.

“Tapi pihak (Korea) Selatan bersikeras memberikan pernyataan yang tidak berdasar untuk memindahkan kesalahan soal penghentian kegiatan di (Kaesong) kepada pihak Utara dan secara sengaja memberikan rintangan dalam proses pembicaraan,” kata kantor berita resmi Korut.

Perundingan itu berlangsung di saat seorang diplomat Korea Utara di Swiss mengambil langkah tidak biasa dengan memberikan keterangan kepada para wartawan asing di kedutaan Korut.

Ia menyataan bahwa Pyonyang siap untuk melakukan perundingan internasional dalam upaya untuk meredam ketegangan di kawasan itu.

Utusan Korut untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa, So Se-Yong, menyalahkan Washington yang dianggapnya telah mengobarkan perselisihan dengan melakukan latihan militer bersama Korea Selatan.

Namun, ia memberikan catatan damai soal kemungkinan perundingan di masa depan.

“Sekarang kami siap untuk melakukan perundingan apapun guna menurunkan ketegangan di semenanjung Korea dan menyelesaikan masalah apapun, sebagian besar masalah keamanan,” ujarnya.

Korea Utara pada April lalu menarik semua pekerjanya dari Kaesong karena ketegangan militer dan apa yang disebutnya sebagai kekasaran yang ditunjukkan oleh Korea Selatan.

Korea Selatan saat ini menginginkan adanya jaminan yang tegas dari Korut agar penutupan Kaesong secara sepihak tidak terjadi lagi. (FIT/Ant)