AS Selidiki Penggunaan Gas Sarin Oposisi Suriah

Foto: Antara

Washington, Sayangi.com – Amerika Serikat Rabu (10/7) sedang mempelajari laporan Rusia bahwa pemberontak Suriah menggunakan gas sarin dalam serangan terhadap Aleppo. Namun pihaknya meyakini oposisi tidak memiliki akses ke senjata tersebut.

“Saya mengerti, kita menerima laporan pagi ini. Kami tentu saja perlu waktu untuk meninjaunya,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri Jen Psaki.

Utusan Rusia untuk PBB mengatakan Selasa bahwa para ahli negaranya telah ke tempat serangan di Khan al-Assal dekat utara kota Aleppo pada Maret dan mengumpulkan bukti langsung.

“Amerika Serikat tidak percaya begitu saja menguatkan pelaporan yang menunjukkan bahwa oposisi di Suriah telah menggunakan senjata kimia,” kata Psaki.

Dia juga menuduh Rusia “menghalangi upaya Dewan Keamanan PBB untuk mengizinkan badan dunia itu ke Suriah untuk menyelidiki setiap dan semua tuduhan yang bisa dipercaya. ” Bulan lalu pemerintahan Presiden Barack Obama akhirnya mengakui bahwa rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad telah menggunakan senjata kimia, termasuk gas sarin, dalam serangan yang menewaskan hingga 150 orang.

Pengakuan itu mendorong pemerintah untuk menguatkan diri dan bersumpah untuk memberikan lebih banyak bantuan militer langsung kepada oposisi yang berbeda baik dalam lingkup dan skala untuk apa yang sejauh ini diberikan kepada para pemberontak.

Namun, masih belum jelas apakah semua bantuan baru itu belum pernah disampaikan kepada pemberontak yang berjuang untuk menggulingkan Bashar, dalam konflik yang telah merenggut 100.000 nyawa manusia.

Seorang pejabat senior Arab, yang meminta namanya tak disebutkan, mengatakan baru-baru ini bahwa ada peningkatan bantuan militer drai luar kepada oposisi yang sejauh ini telah terdeteksi oleh pemerintahnya. (FIT/Ant)