Perempuan Bekerja Shift Malam, Rentan Kemandulan

Foto/Ilustrasi: Memobee

Jakarta, Sayangi.com – Sekarang ini tidak hanya laki-laki yang dapat bekerja dimalam hari atau menerima shift malam. Sudah banyak para perempuan yang terlibat untuk bekerja pada shift malam. Tapi tahukah bahwa resiko perempuan yang harus bekerja shift malam menyebabkan dirinya sulit hamil atau sulit memiliki anak. Menurut penelitian dikabarkan bahwa 80 persen perempuan yang bekerja malam hari memiliki resiko ini.

Penelitian yang dilakukan oleh Universitas South Hampton menunjukan bahwa pola kerja jenis ini memiliki resiko terhadap masalah kesuburan dan juga rawan terhadap keguguran. Dalam studi ini peneliti melakukan survei terhadap lebih dari 100 ribu perempuan dan didapatkan mereka memiliki gangguan siklus menstruasi hingga 20 persen, 30 persen peluang keguguran dan 80 persen susah hamil, bagi perempuan yang memiliki jadwal tetap di malam hari. Hal tersebut terjadi jika dibandingkan dengan para pekerja wanita yang rutin bekerja dari jam 9 pagi hingga 5 sore.

Seperti dilansir Daily Mail, 10/07/13 “Bekerja dengan sistem pembagian seperti ini akan mempengaruhi fungsi biologis, psikologis dan juga sosial. Selain itu juga memiliki tingkat resiko penyakit tertentu yang dialami para pekerja shift malam tersebut.”

Dalam penelitian juga dikatakan bahwa perempuan pekerja shift malam punya kecenderungan dua kali kurang subur dibanding dengan pekerja bukan shift malam. Hal ini disebabkan tidak teraturnya pola kerja dan waktu tidur yang dapat juga mengganggu beberapa fungsi jam tubuh wanita. Dari mulai produksi hormon, temperatur, tekanan darah, dan juga denyut jantung. Selain mandul dan keguguran, sebelumnya penelitian juga menyebutkan bahwa bekerja di malam hari meningkatkan risiko kanker payudara dan ovarium pada wanita. Well ladies, mulailah berganti shift jika sedang memiliki program hamil. (FIT/Daily Mail)

Berita Terkait

BAGIKAN