Wartawati Yang Mengaku Diperkosa Alami Trauma

Ilustrasi: Mid-day.com

Jakarta, Sayangi.com – MC (33), wartawati TempoTV yang diduga menjadi korban pemerkosaan di gang sempit samping Halte Bus Pramuka, Matraman, Jakarta Timur pada 20 Juni lalu, hingga kini masih mengalami trauma dan syok.

Kuasa Hukum MC, Vera, menyatakan MC belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut terkait kasus tersebut. Namun, pihaknya nanti akan melakukan jumpa pers untuk menanggapi tes kebohongan yang dilakukan Bareskrim Mabes Polri.

“Kondisinya masih trauma dan syok karena kejadian yang ia alami. Untuk keterangan lebih jelasnya, nanti saja pas jumpa pers. Kita nanti akan ada jumpa pers. Saya tidak bisa mengatakan sekarang,” kata Kuasa Hukum MC, Vera kepada saat dihubungi Sayangi.com, Kamis (11/7).

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa berdasarkan pengembangan pemeriksaan oleh Jatanras Dirkrimum Polda Metro Jaya dengan menggunakan alat pendeteksi kebohongan ditemukan indikasi MC melakukan kebohongan.

“Pemeriksaan kembali dilakukan karena wartawati tersebut terindikasi melakukan kebohongan,” kata Kasubdit Jatanras Dirkrimum Polda Metro Jaya, Herry Heryawan, kepada wartawan, di Polda Metro Jaya, Selasa (9/7).

Menurutnya, semenjak dari awal kasus itu dilaporkan bahwa wartawati tersebut terkesan menutup-nutupi beberapa fakta yang ditemukan polisi. Pihak kepolisian masih menemukan kejanggalan-kejanggalan fakta di lapangan yang tidak sesuai dengan keterangan korban. Beberapa keterangan korban, dapat dipatahkan dengan bukti-bukti yang ditemukan penyidik, termasuk pelaku yang ternyata selingkuhan korban.

“Hasil pemeriksaan secara lie detector, itu indikasinya berbohong. Tes kebohongan itu bisa dipertanggungjawabkan,” tegas Herry.

Menurut Herry, hasil laboratorium yang sudah dilakukannya menunjukkan tidak ditemukan adanya bekas sperma pada pakaian wartawati tersebut. (HST)

Berita Terkait

BAGIKAN