Irman Gusman: Rapor Ekonomi Indonesia Masih Merah

Foto: sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayangi.com – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman mengatakan bahwa rapor ekonomi Indonesia masih merah, terutama dilihat dari sisi pemerataan pembangunan.

Hal tersebut disampaikan Irman dalam Diskusi Publik tentang kepemimpinan dan demokrasi yang berkeadilan, yang diselenggarakan oleh DPP Perhimpunan Gerakan Keadilan (PGK) bekerjasama dengan Sayangi.com di Jakarta, Kamis (11/7/2013) sore. Selain Irman, narasumber lainnya dalam diskusi tersebut adalah pengamat politik CSIS J. Kristiadi dan Ketua Umum DPP PGK Bursah Zarnubi.

Irman menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami peningkatan terutama bila dilihat dari Produk Domestik Bruto atau income per kapita yang terus tumbuh. Sayangnya pertumbuhan PDB tersebut dikuasai oleh segelintir orang dan terkonsentrasi di daerah tertentu, yakni Jawa dan Sumatera. “GINI Ratio Indonesia saat ini berkisar 0,42. Itu tingkat kesenjangan ekonomi tertinggi dalam sejarah Indonesia,” katanya.

Atas dasar realitas yang ada, Irman menyatakan bahwa anggaran pembangunan dalam APBN ke depan perlu diarahkan ke wilayah timur, karena sebagian besar kabupaten/kota di sana termasuk kategori daerah tertinggal. Sedangkan untuk Pulau Jawa dan Sumatera bisa diserahkan pada swasta, yang penting ada aturan jelas disertai penegakan hukumnya. “Kalau ada kepastian hukum, saya yakin banyak investor asing akan mau berinvestasi di Jawa dan Sumatera,” jelasnya.

Menurut Irman, secara prosedural, demokrasi di Indonesia sudah tergolong maju, terutama kalau dilihat dari sisi kebebasan pers dan partisipasi masyarakat. Hanya saja jika dilihat dari sisi substansi, demokrasi di Indonesia masih jauh dari harapan, karena dalam prosesnya banyak manipulasi dan transaksional.

“Sekarang yang harus kita pikirkan bagaimana demokrasi di Indonesia tidak salah arah, karena belum adanya keterbukaan akses ekonomi yang bisa dinikmati masyarakat. Ekonomi kerakyatan juga perlu lebih ditingkatkan agar pembangunan ekonomi bisa lebih merata,” jelasnya.