Irman Gusman: Pemimpin Jangan Punya Beban Masa Lalu

Foto: Sayangi.com/Emil Ondo

Jakarta, Sayangi.com – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman mengemukakan bahwa Indonesia menghadapi tantangan yang semakin kompleks, sehingga pemimpin ke depan tidak cukup hanya mengandalkan popularitas atau posisi sebagai media darling saja.

Irman mengemukakan hal tersebut dalam Diskusi Publik tentang Kepemimpinan dan Demokrasi yang Berkeadilan,   yang diselenggarakan oleh DPP Perhimpunan Gerakan Keadilan (PGK), di Jakarta, Kamis (11/7). Hadir sebagai narasumber lainnya yaitu pengamat dari CSIS J. Kristiadi dan Ketua Umum DPP Perhimpunan Gerakan Keadilan Bursah Zarnubi. Diskusi ini dipandu oleh mantan Ketua Presidium  GMNI, Dr (Cand.) Ade Reza Hariady.

Irman Gusman menyampaikan beberapa kriteria pokok yang harus dimiliki oleh calon pemimpin Indonesia ke depan.  Pertama,  memiliki sifat visioner  agar bisa menghadapi globalisasi sekaligus bisa memahami dinamika internal bangsa Indonesia. Kedua, pemimpin harus mau mendengar berbagai persoalan rakyat.  Ketiga,  pemimpin tersebut  harus problem solver atau bisa memecahkan masalah, bukan hanya mengetahui masalah. Kriteria selanjutnya yang perlu dimiliki pemimpin Indonesia adalah mampu berdiri di atas semua golongan serta mampu mengayomi.  Irman mengemukakan kriteria pamungkas yang tidak kalah penting yaitu harus punya jejak rekam yang bersih.  

Pemimpin yang memiliki jejak rekam yang bersih, menurut Irman, tidak punya beban masa lalu sehingga dapat bersikap lugas dalam melaksanakan visi dan konsepnya. Irman tidak sependapat dengan anggapan  bahwa pemimpin berani hanya berasal dari profesi, institusi ataupun etnik tertentu.”Keberanian muncul kalau seorang pemimpin  tidak menanggung beban persoalan tertentu. Jadi, dia pemimpin yang apa adanya,” pungkas Gusman. (HST)