Pelatnas Panahan Sea Games Akan Digelar di Lembang

Foto: Antara

Jakarta, Sayangi.com – Manajer Pelatnas Panahan Alman Hudri mengatakan atlet Indonesia untuk SEA Games 2013, dijadwalkan pada November berlatih sebulan di Lembang, Jawa Barat, guna aklimatisasi mengantisipasi cuaca dingin akhir tahun di Myanmar. Tempat wisata Lembang memang dikenal dengan iklim udaranya yang dingin.

“Kita akan berlatih selama sebulan di Lembang, Jawa Barat, atau di Bedugul, Bali untuk penyesuaian dengan cuaca dingin di Myanmar,” ujar Alman Hudri di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, kondisi cuaca yang dingin diantisipasi menjadi musuh utama bagi tim panahan di SEA Games 2013 pada akhir tahun ini.

“Sebenarnya pada Januari lalu kita ‘test even’t di sana. Kita coba lapangan di Myanmar, dan itu jadikan bahan latihan buat kita,” ujar dia.

Terkait “skill” tim pemanah Indonesia, ia mengungkapkan bahwa pihaknya terus mematangkan teknik dan mental bertanding dengan mengikutkan atlet ke seri kejuaraan dunia di Polandia pada Agustus, sebelum Islamic Solidarity Games III, dan Kejuaraan Dunia seri berikutnya di Turki, Oktober 2013.

“‘Try out’ kita ikuti untuk mematangkan teknik dan mental bertanding sekaligus mengintip kekuatan lawan yang menjadi pesaing di SEA Games 2013,” kata dia.

Mengenai latihan selama bulan puasa, ia mengatakan jadwalnya tidak ada perubahan yang berarti. Pada pagi dari pukul 07.00 WIB hingga 11.00 WIB, dan sore hari mulai dari pukul 13.00 WIB sampai dengan 15.00 WIB.

“Tidak ada perubahan selama bulan puasa. Tapi, kita memang pada awal puasa diliburkan dulu, dan masuk lagi pada 15 Juli. Kira-kira mereka diberi libur seminggu,” kata dia.

Sebelumnya, tim panahan Indonesia menargetkan perolehan tiga medali emas pada SEA Games 2013 Myanmar.

“Kita menargetkan tiga emas di Myanmar itu cukup realistis mengingat atlet panahan Myanmar, Malaysia, dan Vietnam cukup kuat,” ujar Alman Hudri di Jakarta, Rabu.

Saat ini atlet panahan yang ditempa dalam Pelatnas berjumlah 16 orang. Timnas akan mengikuti semua nomor yang dipertandingkan di Myanmar. (RH/ANT)

Berita Terkait

BAGIKAN