Aviliani: Infrastruktur Kita Butuh Rp2.500 Triliun

Foto: Ant

Jakarta, Sayangi.com – Sekretaris Komite Ekonomi Nasional Aviliani mengusulkan kepada pemerintah untuk tegas mengendalikan subsidi energi dengan melarang kendaraan pribadi untuk mengkonsumsi premium.

Menurutnya sebanyak 70 persen subsidi masih dinikmati orang kaya. Hal itu terjadi karena tidak adanya pengendalian. Padahal jelas dia, ada hal lain yang sangat penting dipikirkan, yaitu pengentasan kemiskinan dengan cara 70 persen subsidi BBM dialokasikan untuk pengentasan kemiskinan dengan menaikkan kelompok masyarakat yang rentan menjadi miskin. Subsidi BBM juga bisa dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur.

“Infrastruktur itu butuh dana sekitar Rp 2.500 triliun untuk Jawa dan luar Jawa. Sekarang kita belum bisa penuhi itu karena subsidi terlalu besar,” katanya di sela Dialog Energi yang digelar Dewan Energi Nasional, di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (11/7/2013).

Aviliani yang juga Komisari Bank Rakyat Indonesia (BRI) itu melihat banyak pihak yang mewacanakan penghapusan subsidi BBM, akan tetapi belum jelas bagaimana alokasi dana dari subsidi BBM tersebut untuk digunakan pada bidang apa.

Diketahui, Komite Ekonomi Nasional (KEN) mengusung tiga hal utama permasalahan ekonomi di Indonesia, yaitu pengelolaan kebijakan fiskal, tata kelola perdagangan, dan pengurangan kemiskinan. Tiga hal itu pernah direkomendasikan dalam Rapat Kabinet pada awal tahun 2013.