Rusia Rancang Kapal Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

Foto: Mashable

Moskow, Sayangi.com – Dari kapal pesiar ke kapal tanker minyak, selalu ada cara untuk merancang perahu agar sesuai kebutuhan kita. Sekarang, Rusia memiliki iterasi lain untuk ditambahkan ke daftar. Salah satu negara terbesar di dunia itu kini tengah serius merangcang pembangkit listrik tenaga nuklir yang bisa mengapung di air.

Kapal-kapal, yang diharapkan akan berfungsi penuh pada tahun 2016, benar-benar lebih mirip seperti tongkang yang dapat ditarik ke dan dari tujuan yang berbeda. Kapal pertama dalam armada akan disebut Akademik Lomonosov, yang berbobot 21.500 ton dengan awak 69 orang.

Setiap kapal memiliki dua reaktor propulsi angkatan laut dan menyediakan hingga 70 megawatt listrik – cukup untuk menyalakan sebuah kota yang dihuni 200.000 orang. Kapal ini awalnya dirancang untuk lokasi yang jauh seperti platform minyak lepas pantai dan kota-kota pelabuhan. Tetapi lebih dari 15 negara menyatakan minatnya dalam pembangkit listrik yang bisa mengapung di air termasuk Jepang, di mana bencana Fukushima terjadi pada tahun 2012.

Para produsen perusahaan rekayasa mekanik OKBM Afrikantov, mengklaim bahwa pembangkit listrik yang mengapung di air akan lebih tahan terhadap tekanan bencana dibandingkan dengan yang diletakkan di daratan.

Ini bukan pertama kalinya bagi Rusia yang telah beberapa kali bereksperimen dengan tenaga nuklir mengambang. Negara ini memiliki track record 50 tahun operasi nuklir di kapal dan kapal selam dalam kondisi Arktik yang ekstrim. The floating plant juga dapat dimodifikasi sebagai kapal desalinasi yang mampu memproduksi 240.000 meter kubik air segar setiap hari untuk lokasi yang jauh.

Dalam operasi normal, pembangkit listrik tenaga nuklir yang terapung ini tidak melepaskan bahan berbahaya ke dalam air sekitarnya. (FIT/Mashable)