Karyawan Divonis dalam Kasus Bioremediasi, Chevron Banding

Foto: energytoday

Jakarta, Sayangi.com – PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) mengajukan banding atas putusan pengadilan yang memvonis karyawannya bersalah dalam kasus bioremediasi.

Manajer Komunikasi CPI Donny Indrawan di Jakarta, Kamis (18/7/2013) mengatakan pihaknya kecewa dengan putusan pengadilan terhadap karyawannya, Kukuh Kertasafari.

“Kami menghormati lembaga peradilan, namun terkejut dan kecewa dengan putusannya,” katanya.

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi menjatuhkan vonis selama dua tahun pidana terhadap Kukuh dalam kasus bioremediasi fiktif di Jakarta, Rabu (17/7). Kukuh merupakan Koordinator Tim Penanganan Isu Lingkungan CPI.

Menurut dia, pihaknya mendukung Kukuh melakukan upaya banding segera pada pengadilan yang lebih tinggi.

Terkait arbitrase, Donny menolak berkomentar lebih jauh.

Chevron, lanjut dia, tetap berkomitmen untuk memenuhi kewajibannya kepada pemerintah dan masyarakat Indonesia.

“Kami akan mengikuti proses hukum banding untuk memastikan keadilan bagi karyawan dan juga memulihkan nama baiknya,” katanya.

Ia mengatakan, selama persidangan, tidak ada bukti-bukti nyata mengenai kerugian negara atau tindak pidana yang dilakukan Kukuh dan karyawan CPI lainnya.

“Dalam persidangan, KLH (Kementerian Lingkungan Hidup) telah bersaksi bahwa proyek bioremediasi adalah masalah lingkungan bukan korupsi,” katanya.

Selama persidangan, lanjutnya, pengadilan juga mendengar kesaksian CPI yang memiliki izin pengolahan limbah dari KLH dan telah menjalankan proyek sesuai arahan SKK Migas.

Ia juga mengatakan putusan pengadilan tingkat pertama tersebut telah mengkriminalkan kegiatan yang telah diatur dalam hukum perdata dan menimbulkan keraguan atas kewenangan yang dimiliki KLH dan SKK Migas.

“Putusan ini dibuat dengan mengabaikan kesaksian dalam persidangan dari lembaga pemerintah yang berwenang yang menyatakan bahwa proyek ini telah mematuhi hukum dan peraturan Indonesia,” katanya. (MI/Ant)

Berita Terkait

BAGIKAN