China Cekal Petinggi Perusahaan Obat Inggris

Foto: Guardian.co.uk

Beijing, Sayangi.com – China mencekal kepala divisi finansial perusahaan farmasi asal Inggris, GlaxoSmithKline, terkait kasus suap. Larangan meningkalkan China ini diberikan kepada Steve Nechelput mulai akhir Juni lalu, kata juru bicara perusahaan. Perusahaan tersebut diduga juga melakukan penyaluran uang untuk para pejabat, pihak rumah sakit dan juga dokter untuk mendongkrak penjualan dagangannya.

Sementara Manajer Umum GSK untuk China, Mark Reilly, dikatakan telah meninggalkan China menuju Inggris pada akhir bulan lalu. GSK mengatakan pihaknya sangat “prihatin dan kecewa” atas tuduhan itu.

Pihak perusahaan mengatakan hingga saat ini Nechelput belum diperiksa, ditangkap atau ditahan oleh polisi. Pada hari Senin (15/07) kepolisian China mengatakan GSK mentransfer uang sebesar 3 miliar yuan (US$489 juta) kepada sejumlah konsultan dan agen perjalanan untuk menyuap para pejabat pemerintah, dokter, dan rumah sakit guna mendongkrak penjualan dan harga obat mereka. Kasus suap ini Klik melibatkan jajaran eksekutif tinggi di perusahaan ini.

BBC mendapatkan informasi bahwa kedutaan besar Inggris di Beijing memberikan bantuan konsuler terkait kasus ini. Sementara empat orang eksekutif di GSK yang berkewarganegaraan China telah ditahan sehubungan dengan tuduhan ini. Salah satunya adalah wakil presiden yang merangkap manajer operasional GSK, Liang Hong.

Ia muncul di televisi pemerintah pada 16 Juli lalu dan mengatakan ia telah menyalurkan uang melalui agen-agen perjalanan untuk konferensi yang telah direkayasa dan beberapa di antaranya tidak pernah diadakan.

Wartawan BBC di Beijing, Martin Patience, mengatakan reputasi perusahaan besar ini tercoreng di China dan dikecam media. Artikel di situs China Daily mengatakan, “Kasus ini harus menjadi peringatan bagi perusahaan China dan mitra internasional mereka untuk mematuhi hukum ketika mempromosikan produk.” (FIT/bbc)