Patut Diapresiasi, 148 Warga Tepus Tolak BLSM

Foto : Antara

Gunungkidul, Sayangi.com – Sikap warga Desa Sumberwungu, Tepus, Gunungkidul ini pantas diteledani. Saat warga lainnya menuntut bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM), ke-148 warga di desa tandus itu justru menolak dan mengembalikan kartu perlindungan sosial (KPS) yang sudah mereka terima.

Berdasarkan keterangan Kepala Desa Sumberwungu Suradiyo, Kamis (18/7), diantara 607 penerima BLSM ada 148 Kepala Keluarga yang atas inisitaifnya sendiri mengembalikan Kartu Perlindungan Sosial (KPS) ke kantor kepala desa. “Mereka beralasan sudah menerima bantuan khusus keuangan (BKK) dari Pemprov DIY dan bantuan program keluarga harapan(PKH). Mereka secara sukarela menyerahkan BLSM yang seharusnya mereka terima dialihkan ke warga lain yang kurang mampu,” jelas Suradiyo.

Ia mengatakan warga yang menolak menerima BLSM ini terdiri dari 106 KK penerima BKK dan 42 KK penerima bantuan PKH. Pengembalian itu, tandas Suradiyo, atas kesepakatan warga yang menerima, dan pemerintah desa melakukan musyawarah untuk siapa penerima BLSM. “Warga yang akan menerima BLSM sudah kami daftar ulang. Kami tinggal mengajukan daftar nama baru penerima BLSM ke Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD),” imbuh Suradiyo.

Sementara, salah seorang warga Sumberwungu, Karim, yang mengembalikan bantuan, mengatakan dirinya sudah menerima BKK. “Saya sudah ikhlas, meski saya memang warga kurang mampu, tapi masih banyak warga lain yang di bawah saya lebih membutuhkan justru tidak menerima BLSM,” ujar Karim.

Wakil Bupati Gunung Kidul, Imawan Wahyudi yang datang langsung ke balai desa, mengucapkan terimakasih atas kesadaraan warga desa untuk mengalihkan BLSM ke warga yang lebih tidak mampu. “Cara yang dilakukan pemerintah desa juga sudah tepat, untuk mengalihkan bantuan ke warga lainnya,” katanya.

Dia mengatakan, masyarakat yang mengembalikan dan dibagikan ke warga miskin lainnya sudah tepat. “Kalau bisa diselesaikan secara prosedur musyawarah desa ini kan baik. Tidak perlu dilakukan demonstrasi yang nantinya akan memicu permasalahan baru,” terang Imawan Wahyudi. (MARD/Ant)

Berita Terkait

BAGIKAN