Pendukung Khofifah Diperkirakan Golput

Foto : Antara

Jember, Sayangi.com – Pengamat politik Universitas Jember, Drs Nur Hasan MHum, memprediksi para pendukung Khofifah Indar Parawansa akan golput dalam pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) Jawa Timur pada 29 Agustus 2013.

“Khofifah punya basis massa yang mengakar dan memiliki ikatan primodial yang tinggi dengan konstituen, sehingga bukan tidak mungkin angka golput bisa mencapai 60 persen,” tuturnya di Jember, Kamis, menanggapi gagalnya Khofifah menjadi calon Gubernur Jatim.

Menurut dia, Khofifah didukung oleh sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama sehingga layak mewakili calon gubernur dari kader NU, namun sangat disayangkan langkahnya dijegal di tengah jalan oleh sejumlah pihak.

“Basis massa pemilih di Jatim adalah warga nahdliyin, sehingga tidak menutup kemungkinan pendukung Khofifah tidak akan menyalurkan hak pilihnya karena kecewa dengan proses demokrasi yang tercederai di Jatim,” ucap Dosen Hubungan Internasional FISIP Unej itu.

Ia menilai pencoretan pasangan Khofifah-Herman sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim merupakan fenomena anti-demokrasi yang dilakukan oleh lawan politiknya dengan campur tangan lembaga penyelenggara pemilu.

“KPU Jatim seharusnya bersikap transparan dan tidak gegabah dalam mengambil keputusan. Pencoretan Khofifah-Herman merupakan pemasungan politik yang membuat demokrasi di Jatim tidak sehat, bahkan terkesan penyelenggara pemilu tidak independen,” ujar mantan Ketua Umum Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Jember itu.

Hal senada juga disampaikan oleh pengamat politik Universitas Jember lainnya, Drs Joko Susilo MSi. Ia memprediksi angka golput dalam Pilkada Jatim 2013 lebih tinggi dibandingkan dengan Pilkada Jatim 2008.

“Upaya penjegalan terhadap Ketua Umum Muslimat NU tersebut sangat kentara, sehingga pemilih yang ‘melek’ politik tentu menyadari bahwa hal itu merupakan preseden buruk bagi demokrasi di Jatim dan mereka akan pilih golput,” ucap pengajar politik pemerintahan Asia Tenggara FISIP Unej itu.

Ia menjelaskan sejumlah survei yang dilakukan beberapa lembaga menyebutkan bahwa Khofifah memiliki popularitas tinggi dan merupakan lawan terberat pasangan petahana Soekarwo-Saifullah Yusuf.

“Dengan gagalnya Khofifah maju dalam pertarungan Pilkada Jatim, masyarakat tentu sudah bisa menebak siapa yang akan memimpin Jatim lima tahun ke depan,” ujarnya.

KPU Jatim menetapkan tiga pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur yang akan bertarung dalam Pilkada Jatim yang digelar 29 Agustus 2013 yakni pasangan Eggi Sudjana-M. Sihat, Bambang DH-Said Abdullah dan Soekarwo-Saifullah Yusuf.

Sementara pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Sumawiredja dinyatakan tidak lolos karena dinilai tidak memenuhi syarat dukungan dan keputusan itu tertuang dalam berita acara Nomor 56/BA/PKD.JTM/VII/2013 tentang Penetapan Pasangan Calon Gubernur Jatim. (MARD/Ant)