Kapolres Bojonegoro: Pendukung Peserta Pilkada Jatim Tidak Anarkis

Bojonegoro – Sayangi.com – Kapolres Bojonegoro, Jatim, AKBP Rakhmad Setyadi mengatakan tidak ada tanda-tanda pendukung salah satu pasangan yang dicoret pada Pilkada Jatim di kabupaten ini akan melakukan tindakan anarkis.

“Berdasarkan pantauan polisi di lapangan, pendukung pasangan yang dicoret dalam Pilkada Jatim masih menunggu proses gugatan hukum,” katanya, usai Penandatanganan Nota Kesepahaman Penegakan Hukum Terpadu Pemilihan Umum (Gakkumdu) di Bojonegoro, Kamis (17/7).

Ia menjelaskan, polisi, Kejaksaan Negeri Surabaya, dan Panwaslu Jatim akan melakukan pemantauan tahapan-tahapan pelaksanaan Pilkada Jatim, karena di setiap tahapan selalu memunculkan kerawanan.

Sementara itu, Ketua Panwaslu Mustofirin, mengatakan, Saat ini akan dilakukan pembersihan semua atribut pasangan Pilkada Jatim baik berupa baliho, banner, dan lainnya dengan pertimbangan setelah ada penetapan pasangan Pilkada Jatim harus bersih.

“Pemasangan atribut Pilkada Jatim akan dilakukan bersamaan dengan masa kampanye mulai 12 – 24 Agustus,” kata Mustofirin.

Ditanya mengenai pelanggaran yang sudah terjadi, katanya, sejauh ini di dalam tahapan Pilkada Jatim belum ada pasangan yang melakukan pelanggaran.

Namun, Panwaslu telah menerima laporan ada pasangan gambar bakal calon anggota legislatif (bacaleg) Partai Nasdem yang dirusak.

“Hanya saja apakah gambar itu dirusak atau memang rusak masih dalam pengusutan,” katanya.

Ia menambahkan kesepakatan penandatanganan nota kesepahaman di dalam Gakkumdu ini juga berlaku tidak hanya dalam Pilkada Jatim, tapi sampai Pemilu 2014. (Val/Ant)