Pertamina Tak Khawatirkan Ketahananan Energi

Foto : Oki Sayangi.com

Jakarta, Sayangi.com – Advisor New Energy & Green Technology PT Pertamina (Persero) Alfian Usman mengingatkan, bangsa ini jangan terlalu khawatir dengan ketahanan energi masa depan di Indonesia. Pasalnya, selain energi fosil yang akan segera habis, negara ini dikaruniai sumber daya alam yang melimpah, khususnya energi non fosil.

“Di Pertamina saya menangani shale gas. Di Amerika saat ini booming shale gasnya, dan mereka berhasil keluar dari krisis tahun 2008 karena menjual 3 dolar per mmbtu. Di Indonesia termasuk banyak cadangan shale gas dan Coal Bed Methane (CBM)-gas alam yang berasal dari batu bara,” tandasnya dalam diskusi bertajuk “Telaah Pengawasan Terhadap Eksplorasi dan Investasi Migas di Indonesia” yang digelar oleh Forum Untuk Negeri (FUN) di Galeri Cafe, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (18/7)

Diketahui, karena penemuan shale gas di Amerika yang sangat besar jumlahnya, harga gas akan semakin murah. Konon harga energi lain, seperti batubara, juga akan kembali murah karena harga shale gas yang sangat murah.

Potensi shale gas Indonesia diperkirakan mencapai 574 triliun kaki kubik (TCF), lebih besar jika dibandingkan gas metana batubara (CBM) yang mencapai 453,3 TCF dan gas konvensional sebesar 153 TCF. Shale gas adalah gas alam yang diperoleh dari serpihan batuan shale atau tempat terbentuknya gas bumi.

Shale gas menghasilkan emisi karbon yang secara signifikan lebih sedikit dibandingkan dengan batu bara (shale gas mengeluarkan sekitar setengah dari emisi karbon batu bara).(Nurfahmi Budi Prasetyo)