Amankan Mudik, Polres Bojonegoro Siagakan Penembak Jitu

Foto: Antara

Bojonegoro, Sayangi.com – Kepolisian Resor Bojonegoro, Jawa Timur, berencana menyiagakan penembak jitu kalau muncul kondisi yang membahayakan para pemudik di sepanjang jalur mudik di daerah setempat pada Idul Fitri 1434 Hijriah.

“Pengerahan penembak jitu ada mekanismenya. Misalnya, ada kondisi yang membahayakan pemudik, seperti juga bajing loncat yang mengancam angkutan sembako,” kata Kepala Polres Bojonegoro AKBP Rakhmad Setyadi di Bojonegoro, Jumat (19/7).

Pihaknya memiliki sejumlah penembak jitu yang bisa diandalkan di jajaran polres dan Brimob Polda Jatim di Bojonegoro. Namun, penembak jitu tidak harus dipasang kalau kondisi arus mudik Lebaran berjalan normal, tanpa ada ancaman yang serius. “Pokoknya pada Lebaran ini kita fokus mengatasi kenyamanan dan kelancaran para pemudik di sepanjang jalur yang dilalui para pemudik,” katanya.

Menghadapi arus mudik dan arus balik, menurut dia, polres akan membangun empat posko pelayanan masyarakat yang bisa dimanfaatkan para pemudik untuk beristirahat atau memperoleh informasi di sepanjang jalan raya mudik antara Kecamatan Margomulyo sampai dengan Baureno. Bahkan, katanya, kantor polsek di sepanjang jalur pemudik mulai wilayah barat di Kecamatan Margomulyo hingga Baureno di wilayah timur menuju Surabaya, bisa dimanfaatkan para pemudik untuk beristirahat.

Begitu pula, kata dia, kantor polsek di sepanjang jalur jalan raya Bojonegoro-Nganjuk dan Bojonegoro-Jatirogo, Tuban. “Pemudik juga bisa beristirahat di kantor polsek,” katanya.

Ia optimistis bahwa pemudik yang melalui jalur di wilayah setempat tidak akan padat, meskipun kemungkinan terjadi peningkatan arus mudik. “Kemungkinan arus pemudik di jalur jalan raya tidak akan terlalu padat,” ujarnya.

Meski demikian, katanya, jajaran kepolisian mewaspadai sejumlah pasar tumpah yang bisa menghambat kelancaran pemudik, di antaranya, di Desa Pasinan, Kecamatan Baureno dan Desa Sumberrejo, Kecamatan Sumberrejo. “Kerawanan juga ada di jalur jalan raya yang masih dalam perbaikan di Kecamatan Kalitidu dan Ngraho,” ujarnya.

Dari data yang ada, diprediksi jumlah penumpang pada angkutan Lebaran 2013 yang masuk ke daerah setempat mencapai 75.531 orang, meningkat dibandingkan dengan Lebaran 2012 yang mencapai 73.331 orang. (HST/ANT)

Berita Terkait

BAGIKAN