Pilgub Lampung Ditunda?

Ilustrasi: KPU

Bandarlampung, Sayangi.com – Pelaksanaan pemilihan gubernur Lampung makin tidak jelas apakah akan ditunda atau tetap dilaksananakan bulan Oktober mendatang. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Lampung Dr Nanang Trenggono MSi menegaskan sementara ini masih fokus untuk menjalankan tahapan pelaksanaan pemilihan gubernur Lampung tahun 2013, karena berpandangan tidak gampang menghentikan atau menunda tahapan pilgub yang sedang berjalan.

“Kami menunggu penjelasan dari KPU Pusat dan putusan resmi,” ujar Nanang, di Bandarlampung, Jumat (19/7), menanggapi hasil rapat di Kementerian Dalam Negeri yang menyimpulkan bahwa Pilgub Lampung tidak mungkin bisa digelar pemungutan suaranya pada 2 Oktober 2013, dan KPU Lampung diminta mengkaji peluang digelar bersamaan Pemilu Legislatif 2014.

Menurut Nanang, menanggapi hal tersebut, KPU Lampung masih menunggu penjelasan yang diperlukan dari KPU Pusat di Jakarta untuk memastikannya. Namun, dia memastikan, para Komisioner KPU Lampung segera akan membahas bersama persoalan tersebut. “Besok (Sabtu, 20/7) kami rakor pemutakhiran data pemilih untuk Pemilu Legislatif 2014 dengan KPU kabupaten dan kota di seluruh lampung,” ujar dia pula.

Menurut Ketua KPU Lampung itu, pihaknya akan berupaya untuk menyelesaikan agenda nasional itu lebih dulu. “Namun, perlu saya sampaikan tidak gampang menghentikan tahapan atau sebagian tahapan Pilgub Lampung. Karena, di dalam undang-undang, sebagian tahapan atau keseluruhan tahapan bisa diberhentikan atau ditunda karena dua alasan yaitu bencana alam dan kerusuhan,” ujar dia lagi.

Jadi, menurut dia, sementara KPU Lampung masih fokus dengan tahapan yang dijalankan dan telah ditetapkan sebelumnya.

Sebagaimana diketahui, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) berdasarkan hasil rapat bersama pada Kamis (18/7), antara lain menyimpulkan Pilgub Lampung tidak mungkin bisa digelar pada 2 Oktober 2013, sehingga KPU Lampung diminta untuk mengkaji peluang penyelenggaraan pilgub bersamaan dengan Pemilu Legislatif 2014. Keputusan yang merupakan kesimpulan rapat di Kemendagri dipimpin Direktur Jenderal Otonomi Daerah Djohermansyah Johan yang menegaskan bahwa Pilgub Lampung tidak mungkin digelar 2 Oktober 2013 karena alasan ketiadaan anggaran.

Sejumlah hasil rapat itu lainnya adalah KPU Lampung diminta untuk mengkaji penyelenggaraan Pilgub Lampung yang disatukan dengan Pemilu Legislatif 2014, dan pembiayaan tahapan pilgub yang telah dilaksanakan sesuai jadwal dan tahapan saat ini oleh KPU Lampung merupakan utang yang harus dibayarkan oleh kepala daerah Lampung terpilih dalam Pilgub 2014. Hadir dalam rapat tersebut Dirjen Keuangan Kemendagri Iswandi, Sekretaris Provinsi Lampung Berlian Tihang, Sekretaris KPU Lampung Peturun, dan Komisioner KPU Pusat Juri Ardiantoro.

Berkaitan persiapan pelaksanaan Pilgub Lampung 2013, sebelumnya KPU Lampung juga telah menegaskan tetap melanjutkan agenda pilkada daerah ini, dengan menetapkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur kendati masih terjadi tarik ulur pembiayaan yang belum dianggarkan oleh pemprov dan DPRD setempat. Komisioner Pokja Pencalonan Kepala Daerah KPU Lampung Handi Mulyaningsih di Bandarlampung, Jumat (12/7), mengatakan bahwa pihaknya menjadwalkan untuk menetapkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang berhak mengikuti Pilgub Lampung 2013 itu pada tanggal 15–16 Agustus 2013.

Jadwal penetapan dan pengesahan pasangan calon kepala daerah itu sekaligus penentuan nomor urut calon pada tanggal 15–16 Agustus, setelah pada tanggal 9 Juli lalu diumumkan lima pasangan calon kepala daerah tersebut. “Saat ini masuk tahap perbaikan kelengkapan berkas persyaratan dari lima pasangan calon kepala daerah Lampung itu,” ujar Handi pula.

Handi memperkirakan KPU Provinsi Lampung pada akhirnya akan menetapkan lima pasangan calon kepala daerah tersebut, mengingat hampir semuanya dinilai telah memenuhi persyaratan dukungan minimal untuk calon dari jalur perseorangan maupun dukungan partai politik atau koalisi parpol seperti dipersyaratkan untuk calon yang diusung parpol bersama koalisinya. “Sepertinya begitu, lima pasangan calon kepala daerah itu yang akan ikut dalam Pilgub Lampung nanti,” kata dia pula.

KPU telah menerima pengajuan berkas dari lima pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang diajukan partai politik atau koalisi parpol dan calon perseorangan. Empat pasangan calon yang diusung parpol/koalisi parpol tersebut adalah M Ridho Ficardo (Ketua Partai Demokrat Lampung)-Bachtiar Basri (Bupati Tulangbawang Barat) yang diusung Partai Demokrat dan koalisinya, Berlian Tihang (Sekdaprov Lampung)-Mukhlis Basri (Bupati Lampung Barat) yang diusung PDI Perjuangan, PPP, dan PKB; M Alzier Dianis Tabranie (Ketua Partai Golkar Lampung)-Lukman Hakim (Wali Kota Metro) yang diusung Partai Golkar dan Partai Hanura; Herman HN (Wali Kota Bandarlampung)-Zainudin Hasan yang diusung Partai Amanat Nasional (PAN) bersama koalisi parpol nonparlemen.

Satu calon pasangan dari jalur perseorangan yang telah lebih dahulu mendaftarkan diri dan telah dinyatakan memenuhi syarat dukungan minimal adalah Amalsyah Tarmizi (mantan Komandan Korem 043 Garuda Hitam Lampung)-Gunadi Ibrahim (Ketua Partai Gerindra Lampung). (HST/ANT)

Berita Terkait

BAGIKAN