Ketua DPRK Banda Aceh Serukan Pemilu Tanpa Intimidasi

Ilustrasi: Sayangi.com/Ahmad Bustami

Banda Aceh, Sayangi.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Yudi Kurniawan meminta kepada seluruh peserta pemilu di Banda Aceh agar berpolitik yang cerdas serta tidak melakukan praktek politik yang mencederai pesta demokrasi rakyat tahun 2014 mendatang.

“Agar pemilu berjalan baik dan jujur, peserta politik tidak melakukan intimidasi terhadap rakyat,” kata Ketua DPRK Banda Aceh, Yudi Kurniawan, Jumat (19/7) pada Sayangi.com.

Katanya, bukan hanya praktek intimidasi yang harus dijauhi, demikian juga praktek politik uang perlu dihindari. Kata Yudi, praktek politik seperti itu akan membuat demokrasi cacat dan calon yang melakukan seperti itu merupakan bentuk awal pengkhiatan dan perilaku menyimpang yang ditonjolkan.

Hal yang penting menurut Yudi, konstenstan pemilu harus memberikan pendidikan politik kepada¬† rakyat agar bisa memilih sesuai dengan hati nurani. “Biarkan rakyat memilih sesuai dengan pilihannya, kita sebagai peserta politik hanya boleh memberikan pendidikan politik dan mengajak pemilih secara elegan, intinya tidak ada praktek pemaksaan,” tukasnya.

Yudi Kurniawan juga meminta kepada masyarakat Kota Banda Aceh, jangan penyebab dukung-mendukung sampai putus tali persaudaraan. Menurut Yudi, berpolitik bukan untuk mencari permusuhan, tetapi sejauh mana rakyat bisa memilih pemimpin yang mampu membawa dan memperjuangkan aspirasi masyarakat. “Jangan gara-gara politik, dengan saudara sendiri putus hubungan, ini tidak boleh terjadi,” imbuhnya.

Bahkan Yudi menekankan, bila memang ada Calon Anggota Legislatif (Caleg) yang melakukan praktek politik uang, Yudi menghimbau kepada masyarakat agar tidak memilih caleg tersebut. “Kalau ada yang coba-coba politik uang, ambil uangnya, jangan pilih itu caleg, biar jera caleg itu,” tambahnya.

Disisi lain, Yudi juga mengingatkan kepada penyelenggara pemilu agar bisa bersikap adil dan memberikan pelayanan yang sama untuk seluruh konstestan pemilu. “Penyelenggara pemilu saya berharap juga bisa bekerja secara profesional dan independen, sehingga semua bisa terlayani dengan baik dan adil,” pungkasnya.

Lanjutnya, independensinya penyelenggara pemilu menjadi titik awal bisa berjalan sukses pemilu yang jujur dan adil. Sehingga tidak terjadi konflik politik setelah pesta rakyat selesai. “Pemilu yang berhasil kan, hasilnya bisa diterima oleh semua pihak, makanya semua itu juga sangat tergantung independensinya penyelenggara pemilu,” tutupnya. (HST)

Berita Terkait

BAGIKAN