Huawei Jadi Mata-Mata China?

Foto: dailytech.com

New South Wales, Sayangi.com – Seakan ingin mengalihkan issue Amerika yang memata-matai dunia melalui beberapa perusahaan raksasa teknologi, mantan direktur Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA) Michael Hayden mengatakan Jumat (19/7) bahwa raksasa telekomunikasi China Huawei jelas-jelas sudah menjadi mata-mata untuk Beijing.

Hayden mengatakan kepada harian Australian Financial Review mengatakan China terlibat dalam spionase tak terbatas terhadap Barat dan ia meyakini Huawei membagikan informasi kepada badan pemerintah. Seperti diketahui Huawei ada perusahaan teknologi yang besar di China yang memproduksi smartphone, tablet dan peralatan komunikasi lainnya.

Ketika ditanya apakah Huawei menjadi ancaman nyata bagi AS dan Australia, Hayden mengatakan:”Ya, saya yakin itu.” Inggris, AS dan Australia telah mengungkapkan kekhawatirannya bahwa dengan dugaan keterkaitan Huawei dan pemerintah China, pasok peralatan telekomunikasi dari perusahaan tersebut digunakan untuk kegiatan mata-mata dan serangan siber.

Huawei membantah pihaknya memiliki hubungan langsung dengan pemerintah China, namun Kongres AS tahun lalu meminta pengecualian perusahaan tersebut dari kontrak-kontrak pemerintah AS. Perusahaan tersebut juga dilarang ikut tender pembangunan jaringan broadband nasional Australia.

Pensiunan jenderal itu mengatakan, ia yakin jaringan intelijen Barat memiliki bukti kuat bahwa Huawei menjadi mata-mata untuk pemerintah China.

“Saya tidak ada alasan untuk mempertanyakan fakta itu. Itu penilaian profesional saya. Namun sebagai mantan direktur NSA, saya tidak dapat berkomentar mengenai hal-hal spesifik terkait spionase atau hal-hal operasional lainnya,” kata Hayden yang pensiun dari CIA pada 2009 dan sebelumnya menjabat sebagai direktur Badan Keamanan Nasional (NSA).

“Dan setidaknya, Huawei telah memberikan kepada pemerintah China informasi terkini dan ekstensif mengenai sistem telekomunikasi asing yang bekerja sama dengannya. Saya rasa ini sudah sangat jelas.” Pejabat Huawei John Suffolk yang sebelumnya menggambarkan perusahaan itu sebagai pihak yang berada ditengah dua pihak berseteru terkait masalah peretas antara China dan AS, menganggap komentar Hayden sebagai fitnah dan belum terbukti kebenarannya.

“Sudah waktunya untuk bangkit atau tutup mulut,” kata Suffolk, kepala keamanan siber Huawei kepada harian tersebut.

Hayden mengatakan, Huawei telah mendekatinya beberapa tahun lalu namun perusahaan gagal meyakinkannya untuk bisa terlibat dalam infrastruktur komunikasi penting.

“Ini bukan prasangka buta dari saya. Ini adalah pandangan saya berdasar pengalaman empat dekade sebagai petugas intelijen,” katanya.

“Kesimpulan saya, Tidak, sangat tidak bisa diterima jika Huawei menciptakan tulang punggung jaringan telekomunikasi domestik di Amerika Serikat, titik. Dan jujur, disini saya pikir pemerintah punya peran untuk menjamin kita tidak membuat keputusan dengan mempertaruhkan dasar-dasar keamanan nasional kita,” tegasnya. (FIT/Ant)