DPR: Tak Serius Urus Pangan, Pemerintah Bisanya Hanya Impor

Foto: sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayangi.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Adang Ruchiatna kecewa dengan kerja pemerintah yang selama ini tidak serius dalam mewujudkan ketahanan pangan. Menurut dia, pemerintah hanya mengandalkan impor kebutuhan pangan yang menjadi andalan masyarakat selama ini, seperti bawang dan cabai.

“Seharusnya pemerintah bisa bertumpu pada sumber daya pangan lokal yang mengandung keragaman antar daerah,” ujarnya dalam diskusi bertajuk “Lebaran, Rakyat Sangup Beli Ketupat?” yang digelar Asosiasi Hortikultura Nasional (AHN) di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Jumat (19/7/2013).

Untuk memperkuat pandangannya ini, Adang menyebutkan pandangan ekonom asal Inggris Robert Thomas Malthus yang sejak tahun 1798 sudah mengingatkan bahwa jumlah manusia meningkat secara eksponensial. Sementara usaha pertambahan persediaan pangan hanya dapat meningkat secara aritmatika.

“Dalam perjalanan sejarah dapat dicatat berbagai peristiwa kelaparan lokal yang terkadang meluas menjadi kelaparan nasional yang sangat parah di berbagai negara. Permasalahan di atas adalah ciri sebuah negara yang belum mandiri ketahanan pangan,” paparnya.

Dijelaskan politisi PDIP itu, dalam Undang-Undang Pangan, pemerintah dapat menugaskan badan usaha yang bergerak di bidang penyimpanan dan distribusi pangan untuk mengelola cadangan pangan tertentu yang bersifat pokok.

“Tanpa aturan ketat, akan membuka peran swasta berspekulasi dan mematikan petani kecil,” demikian Adang. (MI)