Langgar Jam Operasi, 3 Tempat Hiburan Disegel Pemprov DKI

Ilustrasi: Examiner.com

Jakarta, Sayangi.com – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta akan melakukan penyegelan terhadap tempat hiburan malam di tiga tempat yang diduga melakukan pelanggaran jam operasional selama bulan puasa.Dari hasil pengawasan Disparhub, ditemukan dua usaha bar dangdut yang beroperasi tanpa izin penyelenggaraan dari Disparbud, berlokasi di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan.

“Kami sudah melayangkan surat peringatan secara tertulis ya. Sanksi yang diberikan kepada dua tempat usaha ini adalah melakukan penghentian kegiatan. Nanti biar diproses untuk dilakukan penyegelan oleh Satpol PP DKI,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Arie Budiman, kepada wartawan, Jumat (19/7).

Kemudian satu lagi usaha karaoke yang berlokasi di kawasan Jembatan Tiga, Jakarta Utara. Usaha ini telah melanggar jam operasional. Seperti diketahui bahwa selama Ramadhan pembatasan jam operasional telah diberlakukan untuk 1.799 tempat hiburan di Jakarta. Dari total jumlah tersebut sebanyak 898 tempat hiburan harus ditutup total selama ramadhan.

“Aturannya, selama Ramadhan pembatasan jam operasional diberlakukan untuk 1.799 tempat hiburan di Jakarta. Kemudian 898 dari jumlah total 1.799 tempat hiburan itu harus ditutup penuh selama Ramadhan. Sisanya ini 540 tempat hiburan yang boleh tetap buka,” ungkapnya.

Menurut Arie, kebijakan tersebut mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) No. 19 tahun 2004 tentang Kepariwisataan dan Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta No. 98 tahun 2004 tentang Waktu Penyelenggaraan Industri Pariwisata di DKI Jakarta serta  Surat Edaran Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta No. 35/SE/2013 per tanggal 29 Mei 2013.

“Kebijakan ini kan sudah mengacu pada peraturan dan UU Pemerintah DKI Jakarta. Jadi, mau tidak mau tempat-tempat hiburan harus mengikuti aturan ini, apalagi yang tidak memiliki izin. Kalau tidak mau dan tetap ngeyel kami harus bertindak tegas,” pungkasnya. (HST)