Hakim Pembakar Surah Yasin Diduga Alami Gangguan Jiwa

Foto: Kaskus.co.id

Jakarta, Sayangi.com – Hakim Pengadilan Negeri (PN) Metro Lampung berinisal “SA” yang membakar surat Yasin diduga memiliki gangguan kejiwaan. Untuk memvalidasi informasi ini, Komisi Yudisial (KY) dan Mahkamah Agung (MA) melakukan investigasi tindakan hakim tersebut.

“Kami dapat informasi katanya gangguan kejiwaan, tapi sedang kami validasi dan investigasi dulu,” kata Juru Bicara KY Asep Rahmat Fajar, di Jakarta, Jumat (19/7/2013).

Asep mengatakan jika terbukti, maka Hakim “SA” bisa saja diberhentikan karena perilakunya sangat berbahaya bagi para pencari keadilan.

Asep mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan MA yang telah mengirimkan tim investigasi ke Tanjung Karang Lampung.

Kepala Biro Hukum dan Humas MA, Ridwan Mansyur mengatakan, pihaknya memang telah mengirimkan pejabat yang berwenangn untuk menindaklanjuti informasi tersebut.

“Badan Pengawas (Bawas) sedang melakukan pemeriksaan kesana, tapi belum tahu beberapa hari, kami tunggu saja hasilnya,” kata Ridwan, saat dihubungi wartawan.

Ridwan menjelaskan sebelumnya, hakim yang diduga stres ini pernah menjalani sanksi hakim non palu ketika masih bertugas di Pengadilan Tinggi. Namun, karena ada perbaikan maka hakim SA ditempatkan di PN Metro Lampung.

“Dia pernah kena sanksi non palu. Sebelumnya non palu di PT makanya diturunkan lagi ke PN karena dia (hakim SA) sudah ada perbaikan,” lanjutnya.

Untuk itu, Ridwan mengatakan pihaknya meminta agar semua pihak menunggu hasil pemeriksaan yang tengah dilakukan.

Dalam pemberitaan, hakim SA sempat diusir oleh warga dari rumah dinasnya di Jalan Koi, Kelurahan Yosodadi, Kecamatan Metro Timur, Rabu (17/7/2013).

Dia diusir karena dituding telah membakar surat Yasin di jalan umum di sekitar tempat tinggalnya. Bahkan, perilaku hakim SA sering meresahkan warga, mulai dari melempari rumah warga hingga menebar sampah di sepanjang jalan.

Atas tindakan itu, sebelumnya LBH Bandar Lampung telah mengadukan kasus ini ke KY. Mereka menilai tindakan hakim SA itu tidak pantas dilakukan seorang hakim karena sangat menciderai kehormatan dan keluhuran profesi hakim.

LBH Bandarlampung minta agar KY dapat memberikan sanksi yang tegas kepada hakim SA atas pelanggaran itu. (MI/Ant)