Inilah Empat ‘Dosa’ Pemerintahan SBY Versi AHN

Foto: Ant

Jakarta Sayangi.com – Asosiasi Hortikultura Nasional (AHN) rupanya masih geram dengan langkah Pemerintahan SBY dalam mengambil kebijakan. AHN melihat SBY tidak mampu membaca momentum dalam membuat kebijakan yang mesti dikeluarkan.

Sekretaris Jenderal AHN Ramdansyah menilai langkah pemerintah salah terkait penaikan harga BBM. Pemerintah yang menjadikan 24 Juni 2013 sebagai hari kenaikan BBM bersubsidi dinilainya tidak tepat. Bahkan hal itu menjadi kesalahan sekaligus dosa tersendiri Pemerintahan SBY.

“Empat kesalahan pemerintah, Pertama, Juni ini rakyat tengah mempersiapkan kebutuhan sekolah. Kedua, Juli-Agustus bulan puasa dan lebaran,” ungkapnya di sela diskusi bertajuk “Lebaran, Rakyat Sangup Beli Ketupat?” yang digelar Asosiasi Hortikultura Nasional (AHN) di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Jumat (19/7/2013).

Ketiga, lanjut Ramdansyah, kenaikan harga BBM berdampak langsung pada rakyat, karena disertai kenaikan tarif angkutan umum. Sedangkan keempat, kenaikan tarif listrik tahap III dimulai 1 Juli 2013 sampai dengan 30 September 2013 berdasarkan Peraturan Menteri ESDM No.30/2012 tentang Kenaikan Tarif Tenaga Listrik yang disediakan PLN.

Menurutnya, keempat varian ini seolah dianggap sepele oleh Pemerintahan SBY. Bahkan SBY berpikir bahwa kebijakan penaikan BBM yang juga didukung mayoritas DPR ini tidak terlalu membebankan rakyat.

“Jelas keempat varian ini tidak cukup hanya diselesaikan dengan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM),” jelas mantan Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta ini. (MI)