Pemkab Gunungkidul Siapkan Ratusan Armada Mudik

Foto : Antara

Gunung Kidul, Sayangi.com – Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatikan Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, bekerja sama dengan pengusaha angkutan di daerah itu menyediakan 665 armada bus untuk mengangkut perantau pada arus mudik 2013.

Kepala Dishukominfo Gunung Kidul, Purnama Jaya di Gunung Kidul, Jumat (19/7), mengatakan Kabupaten Gunung Kidul memiliki jumlah perantau terbanyak dibandingkan daerah lain di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), khususnya yang berada di Jakarta.

“Armada bus ini untuk mengantisipasi pemudik asal Gunung Kidul supaya tidak terlantar. Kami berharap, mereka dapat merayakan Lebaran di Gunung Kidul bersama keluarganya,” kata Purnama.

Ia mengatakan sejumlah kendaraan yang disiapkan tersebut terdiri atas bus angkutan antar kota antar provinsi (AKAP) sebanyak 150 unit, antar kota dalam provinsi(AKDP) sebanyak 75 unit, angkutan kota sebanyak 40 unit dan angkutan perdesaan sebanyak 400 unit.

“Kami juga menyediakan angkutan cadangan agar arus mudik berjalan lancar. Pemkab Gunung Kidul dan pengusaha angkutan ingin memberikan pelayanan terbaik bagi perantau yang pulang kampung,” kata dia.

Namun demikian, ia mengatakan, Dishubkominfo memprediksi jumlah perantau atau pemudik yang menggunakan kendaraan bus pada Lebaran 1434 Hijriah akan mengalami penurunan. Hal ini disebabkan, perantau lebih memilih menyewa mobil pribadi atau menggunakan sepeda motor.

“Selama lima tahun terakhir, jumlah pemudik asal Gunung Kidul mengalami penurunan. Pada Lebaran 2013 ini, kami prediksi mengalami penurunan antara 14 sampai 15 persen,” kata dia.

Salah seorang pengawas salah satu PO Bus di Gunung Kidul, Budiyono mengatakan pihaknya telah menyiapkan 18 bus reguler dan dua bus cadangan.

“Bus dari Gunung Kidul ada sembilan unit dan dari Jakarta dan sekitarnya ada sembilan unit. Kami juga siapkan dua unit bus cadangan untuk mengantisipasi lonjakan pemudik,” katanya.

Ia mengatakan, setiap Lebaran, pihaknya selalu menambah armada cadangan. Sebab, jumlah penumpang yang ingin mudik tidak dapat ditebak. (MARD/Ant)

Berita Terkait

BAGIKAN