Ekonom Sayangkan Klaim Pemerintah atas Penurunan Harga Kebutuhan Pokok

ilustrasi foto: Oky/sayangi.com

Jakarta, Sayangi.com – Ekonom  Institute for Development of Economic and Finance (INDEF) Berly Martawardaya menyayangkan klaim pemerintah atas penurunan harga kebutuhan pokok. Faktanya, menurut dia, di beberapa daerah bahkan di Jakarta masih ditemui harga yang masih melangit.

“Selain itu koordinasi pemerintah terlihat lemah dalam kebijakan impor daging sapi dan stabilisasi harga pangan,” ujar Berly saat diskusi bertajuk “Lebaran, Rakyat Sangup Beli Ketupat?” yang digelar Asosiasi Hortikultura Nasional (AHN)di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Jumat (19/7/2013).

Berly merekomendasikan dalam kondisi krisis pangan saat ini, pemerintah untuk jangka pendek harus menggencarkan operasi pasar untuk menstabilkan harga. Selain itu, kebijakan impor jangan dijadikan yang utama, hanya sementara saja sifatnya.

“Pemerintah juga harus tegas dalam memberikan sanksi bagi penimbun dan spekulan harga kebutuhan pokok,” kata Berly. Untuk jangka panjang, sambung dia, kesejahteraan dan skill petani harus diperbaiki agar ketahanan pangan kita tetap terjaga. Selain itu, perluasan lahan pangan menjadi penting melihat kondisi saat ini dimana masyarakat kita yang sebagian besar bermatapencaharian sebagai petani, namun lahannya terus berkurang.

“Pemerintah juga harus memotong jalur distribusi kebutuhan pangan hingga sampai ke pasar untuk menstabilkan harga. Petani juga harus disosialisasikan informasi harga agar tidak dirugikan,” demikian Berly yang juga pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. (S2)