GEMMA Demo Pertamina dan Menteri ESDM

Photo: Gemma

Jakarta, Sayangi.com – Gerakan Mahasiswa Madura (GEMMA) Jakarta menyatakan menolak rencana pengeboran dan mencabut perizinan sumur minyak di Madura , rencana pengeboran yang akan dilakukan oleh SPE Petroleum Ltd tersebut disinyalir lebih besar dampak negatifnya.

“Ada konspirasi oknum-oknum tertentu yang memuluskan rencana pengeboran tersebut. Selain itu dampak negatif terhadap lingkungan sangat meresahkan warga sekitar, karena kegiatan tersebut akan dilakukan ditegah-tengah pemukiman warga hal itu di khawatirkan akan terjadi tragedi Lapindo jilid II”, Kata Ketua Umum Gemma Jakarta, Alfian Ramadhani, pada demontrasi di Kantor Pertamina, Jumat (19/7/2013).

Allfian melanjutkan bahwa Kekayaan alam di Madura adalah hak dan warisan anak-anak cucu di masa depan.  “kalo sekarang dihabiskan akan merugikan masa depan masyarakat di empat kabupaten di Madura”, katanya.

Dalam press release-nya GEMMA menyuarakan tuntutan berikut:

  1. Meminta kepada Menteri ESDM, Pertamina, SKK Migas agar menghapuskan pertambangan dan mencabut perizinan pengeboran Migas yang ada di Sumenep, Pamekasan, Sampang, Bangkalan, Madura Jawa timur.
  2. Pengeboran Migas di Madura akan dikhwatirkan terjadi seperti Lapindo jilid II
  3. Copot kepala SKK Migas karena tidak mampu dalam mengendalikan harga BBM sehingga mengakibatkan inflasi yang diakibatkan oleh tidak terpenuhinya target produksi BBM.

Di samping tiga tuntutan itu, Gemma dalam orasinya juga meminta dilakukan revisi atas UU Migas yang dinilainya tidak pro rakyat. (S2)