Soal Penghinaan Presiden, Polri Masih Kumpulkan Bukti

Ilustrasi/Foto: Facebook

Jakarta, Sayangi.com – Polisi memastikan dugaan penghinaan terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang dilontarkan Ketua Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq akan ditindaklanjuti secara hukum.

“Polri sudah bentuk tim lidik dan bekerja dari kemarin. Tim dibentuk Kabareskrim atas perintah Kapolri dan langsung bekerja untuk menilai perkataan yang mungkin saja bernuansa pidana. Pasal dari aturan pidana yang dikenakan bergantung dari fakta yang dikumpulkan tim lidik,” ungkap Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Ronny F. Sompie, kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (25/7).

Ronny menambahkan, polisi masih mengumpulkan bukti-bukti yang menyebutkan penghinaan tersebut dari media massa. Dimana diberitakan Habib mencela Presiden dengan mengatakan SBY bukan seorang negarawan yang cermat dan teliti dalam menyoroti berita, tapi hanya seorang pecundang yang suka menebar fitnah dan bungkam terhadap maksiat. Hal itu dikatakan Habib setelah FPI ditegur Presiden karena sering mengerahkan massa dan memakai kekerasan ketika menutup tempat hiburan.

“Masih dikumpulkan perkataan-perkataan di media, cetak, elektronik, online, sosial, jadi bagian dari lidik Polri. Apakah penghinaan, perbuatan tidak menyenangkan, delik aduan atau biasa,” terangnya.

Ronny tegaskan juga, tindakan serupa akan dilakukan tidak hanya kepada FPI. Siapapun orang yang dianggap menghina kehormatan pimpinan tertinggi negara pasti akan diselidiki. “Siapa yang berikan perkataan menghina pada kepala negara, akan jadi bagian yang dilidik. Apakah FPI, atau siapa,” pungkasnya. (HST)