DPR Aceh: Harga Sembako Stabil Menjelang Lebaran

Foto: Sayangi.com/Afifuddin

Banda Aceh, Sayangi.com – Menjelang lebaran Idul Fitri harga sembako di Banda Aceh masih stabil. Bahkan ada sejumlah sembako mengalami penurunan harga seperti daging dan juga cabe merah.

Hal ini diungkapkan oleh anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) yang langsung meninjau pasar Kamis (25/7). Pasar yang dilakukan peninjauan adalah di Pasar Lambaro Kabupaten Aceh Besar, Pasar Peunayong dan Pasar Baru di Kota Banda Aceh.

“Harga dari pantauan kami masih stabil, bahkan ada yang turun harga seperti daging dan cabai. Ini sebuah keberhasilan Pemerintah dalam menjaga harga pasar,” kata anggota Komisi B DPR Aceh, Tgk. Khalidin Al Jadami. Dalam rombongan tersebut juga hadir sejumlah anggota dewan lainnya seperti Drs Safwan Yusuf.

Kata Khalidin, sidak pasar ini tidak hanya dilakukan di kawasan Banda Aceh dan Aceh Besar. Akan tetapi, Komisi B juga akan berencana akan melakukan tinjauan pasar di seluruh Aceh. “Ini dilakukan agar harga sembako menjelang lebaran tetap stabil, sehingga masyarakat tidak terbebani dengan harga yang melambung,” ungkapnya.

Khalidin juga tidak lupa memberikan apresiasi pada Pemerintah Aceh yang telah mampu menjaga kestabilan harga sembako. Saat ini, katanya, harga daging yang sebelumnya harga Rp.130.000 ribu, sekarang turun menjadi Rp.100.000.

Lanjutnya, demikian juga dengan harga cabe merah sebelumnya Rp.55.000/kg, kini sudah turun menjadi Rp.35.000/kg. “Ini sebuah prestasi yang patut kita hargai dalam menjaga pasar, sedangkan selebihnya, harga masih tetap stabil,” tukasnya.

Kendati demikian ia juga tidak menampik ada terjadi kenaikan harga beras sebesar Rp.3.000 /kg. Harga beras Tangse misalnya, dulu hanya Rp. 132.000/sak untuk 15 Kg, kini sudah menjadi Rp.135.000/sak. “Ini pun kata penjual naik harga karena akibat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), sedang beras Keumala dan Blang Bintang masih tetap stabil yaitu Rp.120.000/sak,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag), Safwan SE,M.Si yang ikut langsung dalam sidak pasar tersebut menyebutkan Pemerintah Aceh akan terus memantau harga pasar akan tidak terjadi lonjakan menjelang lebaran.

“Ya kita akan terus berupaya agar harga sembako di pasar tidak mengalami lonjakan,” tuturnya.

Kata Safwan, dalam Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) tahun  2013, ada tujuh Kabupaten/Kota yang akan dilakukan operasi pasar dengan menyediakan pasar murah untuk rakyat. Diantaranya, Kota Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, Lhokseumawe, Aceh Selatan, Aceh Tenggara dan Aceh Barat.

“Ini sejak bulan Juni 2013 lalu sudah kita jalankan, dalam waktu dekat ini akan berangkat ke Aceh Barat dan Aceh Selatan,” jelas Safwan. (HST)