Gita Pastikan Pekan Depan Sapi Australia Tiba

Foto: Sayangi.com/Emil Ondo

Jakarta, Sayangi.com – Menteri Perdagangan RI, Gita Wiryawan memastikan, pekan depan, 2 Agustus 2013, pengiriman pertama sapi siap potong dari Australia akan tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Dilanjutkan dengan pengiriman kedua pada 5 Agustus, yang total keseluruhannya antara 5000 sampai 10 ribu ekor. Gita menuturkan adanya impor daging maupun sapi siap potong bagian dari upaya pemerintah untuk meredam gejolak harga daging, apalagi daging impor lebih murah.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, demi mengatasi kekurangan pasokan daging sapi di Tanah Air, terutama di bulan Ramadhan, yang mengakibatkan harganya stabil di level yang tinggi, Pemerintah telah membuka keran impor sapi siap potong. Pembukaan keran impor itu dituangkan melalui Keputusan Menteri Perdagangan yang mulai berlaku 18 Juli dan berakhir pada 31 Desember 2013.

“Saya jamin harga daging dari impor sapi siap potong akan lebih murah daripada daging beku yang diimpor oleh Perum Bulog. Kami telah mengeluarkan izin 12.500 ekor sapi siap potong hingga Agustus nanti dalam rangka stabilisasi harga. Kalau Bulog memang tinggi tapi kalau yang sapi siap potong ini jauh lebih murah. Harga yang sudah dipotong memang jatuhnya lebih mahal dariapda sapi siap potong dan yang kita datangkan soal sapi siap potong,”  kata Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan,  ditemui seusai acara penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Keamanan Perdagangan dan Perlindungan Konsumen di Perbatasan NKRI, dengan KASAD TNI, Jenderal Moeldoko, di Gedung Serbaguna Markas Besar TNI AD, Jakarta, hari ini (24/7).

Menurut dia, kedatangan sapi siap potong ini akan menambah stok sapi siap potong yang sudah ada di Tanah Air. Stok hari ini sudah mencapai  109 ribu ekor, sudah dipotong 40 persen. Masih ada 60 persen lagi atau sekitar 60 ribu ekor lebih, ini  yang harus dipotong. Penambahan stok ini diharapkan akan mendorong turunnya harga daging sapi ke level yang normal, yaitu Rp76 ribu sampai Rp80 ribu.  Hal itu dapat dilakukan, menurut Gita, karena fakta yang terjadi dalam empat hari terakhir telah menunjukkan bukti.

“Harga sapi hidup yang tadinya Rp37 ribu per kg sudah turun menjadi Rp33 ribu per kg. Kalau bisa turun lagi ke Rp30 ribu per kg, alangkah baiknya. Itu sangat membantu stabilisasi harga,” kata Gita.

Gita juga menekankan bahwa harga daging sapi sudah turun secara rata-rata nasional sebesar Rp8.000 per kg.  Harga semula daging sapi Rp 95 ribu perkilogram sekarang sudah menjadi Rp 85 ribu perkg. Namun masih tetap tinggi, dibandingkan harga sebelum bulan puasa.

Pemerintah telah membuka keran impor sapi siap potong. Pembukaan keran impor itu dituangkan melalui Keputusan Menteri Perdagangan yang mulai berlaku 18 Juli dan berakhir pada 31 Desember 2013.

Menurut Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Bachrul Chairie, Pemerintah akan terus membuka kesempatan mengimpor sapi siap potong sampai harga daging sapi stabil di level harga yang dianggap wajar, yaitu Rp76 ribu plus 10/15 persen.

“Indikasi harga pasar yang menjadi acuan kapan dilakukan impor dan kapan distop. Ini untuk pencegahan inflasi. Taruhlah bila harga dibawah Rp88 ribu, tidak boleh impor. Bila di atas itu, impor,” pungkas Bachrul Chairie. (HST)