Ahok: FITRA Sengaja Bangun Opini Kami Boros

Foto: Ahok.org

Jakarta, Sayangi.com – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama (Ahok), menilai lemahnya hasil kajian Forum Indonesia Transparansi Anggaran (FITRA) tentang dana blusukan Gubernur Jokowi-Ahok. Menurut Ahok, apa yang telah dilakukan FITRA itu karena tidak memahami seluk beluk dana operasional kepala daerah. Sebab itu, FITRA hanya cenderung ingin membangun opini buruk terhadap Jokowi-Ahok.

“FITRA ini kan sengaja membangun opini seolah-olah Jokowi lebih boros dari Fauzi Bowo. Mestinya FITRA ini memahami dulu seluk-beluk dana operasional kepala daerah,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama, saat ditemui wartawan di Balaikota DKI Jakarta, Kamis (25/7).

Kata Ahok, apabila dana operasional kepala daerah itu tinggi, maka pendapatan asli daerah (PAD) itu juga tinggi. Pasalnya, besaran dana operasional itu selalu mengikuti besaran PAD. Jakarta sendiri, menganggarkan 0,1 persen dari total PAD untuk dana operasional kepala daerah.

“Kalau dana operasional kepala daerah tinggi, berarti pendapatan asli daerahnya juga tinggi. Kita tahu besaran dana itu kan selalu mengikuti besaran PAD. Jadi, kalau tahun depan dana operasional lebih tinggi, berarti kami hebat dong. Aturannya, besaran dana operasional itu dibolehkan sampai 0,15 persen PAD. Kalau saat ini Jakarta hanya memakai 0,1 persen, itu artinya masih hemat kan,” ucap Ahok.

Sebagaimana diungkapkan FITRA pada beberapa waktu lalu, bahwa anggaran blusukan Jokowi-Ahok di tahun 2013 mencapai Rp 26,6 miliar. Jumlah tersebut, lebih tinggi dari anggaran operasional Gubernur DKI sebelumnya, yaitu Fauzi Bowo (Foke) yang hanya sebesar Rp 17,6 miliar. (HST)