Kramat Raya, Surganya Menu Berbuka Khas Minang

Foto: Sayangi.com/Emil Ondo

Jakarta, Sayangi.com – Ingin berburu kuliner khas minang saat berbuka puasa? Tak perlu repot pergi ke Sumatera Barat karena di Jakarta pun anda bisa menemuinya di Kramat Raya, Senen. Menjelang buka puasa, disepanjang jalan Kramat Raya akan selalu dipenuhi oleh para pedagang yang berjualan aneka jajanan dan lauk pauk khas Minang. Selain menu berbuka puasa berupa nasi kapau dan lauk pauk berlemak nan lezat itu, anda pun bisa menikmati takjil khas minang yang tak kalah lezatnya. Lemang tapai salah satunya.

Lemang adalah makanan khas minang yang terbuat dari beras ketan yang diolah dengan santan. Yang istimewa dari penganan satu ini adalah cara memasaknya yang dimasukkan ke dalam bambu dan dibakar. Ini membuat aroma yang keluar dari ketan santan yang dibakar ini memiliki aroma harum bambu dan daun pisang yang menyatu.

Lemang biasa disajikan dengan tapai ketan hitam lengkap dengan kuah tapainya. Rasa gurih ketan yang bercampur dengan manis asam tapai membuat lidah bergoyang. Tapi bagi anda yang lambungnya bermasalah, sifat tapai yang panas tidak baik untuk lambung yang seharian kosong, anda bisa mencoba hidangan khas Minang lainnya seperti bubur kampiun. 

Bubur kampiun ini terdiri dari lima campuran berbeda yakni sarikaya telur, ketan putih, bubur sumsum, candil ketan dan kolak pisang. Bubur kampiun ini juga tak kalah enak dibandingkan dengan Lemang tapai. Untuk anda yang terbiasa makan makanan berat setelah tarawih, bubur kampiun bisa menjadi pilihan. Buburnya yang sarat akan karbohidrat dan gula bisa membuatmu kenyang sampai saat tarawih tiba.

Pasar takjil dadakan ini buka dari sejak waktu Ashar sampai malam hari.  Pasar takjil khas Minang ini selalu dipadati masyarakat jelang berbuka. Seringkali kemacetan menjadi bumbu penyedap mereka yang ingin berbuka puasa di kawasan ini.

Sebenarnya pusat kuliner di daerah ini bukanlah pasar takjil seperti daerah lain yang hanya spontan menyediakan menu takjil saat Ramadan. Di hari biasa, anda pun masih bisa berburu makanan minang yang menggugah selera di kawasan ini. (FIT)