Waspada! Jelang Lebaran, Polisi Lalu Lintas Makin ‘Ganas’ Cari ‘Mangsa’

Jakarta, Sayangi.com – Jika Anda pengguna kendaraan bermotor, hati-hati dan waspadalah! Menjelang lebaran ini, Polisi Lalu Lintas (Polantas) rupanya semakin ‘ganas’ mencari ‘mangsa’. Mereka bukan mengamankan jalan, tetapi malah mencari-cari kesalahan pengendaran motor untuk dijadikan korban untuk mengeruk keuntungan.

Inilah keluh kesah yang diungkapkan Irfan, seorang pengendara motor yang pada Kamis (25/7/2013) siang mengalami tindakan ‘perampokan’ oleh aparat kepolisian di Jalan Raya Gajah Mada, Jakarta Pusat. Ia dipaksa harus mengeluarkan uang hingga Rp500.000 karena dianggap tidak mematuhi peraturan lalu lintas.

Menurut Irfan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu ia mengendarai kendaraan roda dua di kawasan Gajah Mada.

“Tiba-tiba saya distop dan ditilang, karena saya tidak bawa STNK. Tapi saya langsung telepon yang punya motor untuk mengantarkan STNK-nya. Tapi polisinya tidak mau tahu lagi, maunya cuma minta duit Rp500 ribu,” kata Irfan kepada sayangi.com, Kamis (25/7/2013) malam.

“Bahkan setelah STNK-nya ada, polisi itu tetap minta duit Rp500 ribu. Kalau tidak, motor akan dibawa, katanya karena sudah mengeluarkan surat tilang,” ungkapnya menuturkan.

Oleh karena ia takut motor yang ia kendarai benar-benar dibawa polisi, ia pun terpaksa mengeluarkan uang yang diminta polisi.

“Karena saya pakai motor temen, dan takut dibawa, saya terpaksa bayar. Sama polisinya duitnya diambil, terus surat tilangnya juga diambil,” jelasnya, terlihat shock.

Ia pun tidak sungkan-sungkan menuturkan identitas ‘perampok’ berjubah polisi itu dan kemungkinan mereka melakukan ‘perampokan’ dengan alasan ketertiban lalu lintas.

“Polisi yang menilang saya namanya Angga. Komandannya, Sugeng. Mereka hanya cari-cari alasan, biasa kan mau lebaran, jadi cari THR,” ungkapnya. (MI)