Perhimpunan Sunni Terbesar Desak Warga Mesir Abaikan Seruan Panglima

Doha, Sayangi.com – Kelompok Sunni pimpinan ulama berpengaruh Sheikh Yusuf Qaradawi mengeluarkan fatwa mendesak warga Mesir agar mengabaikan seruan panglima tentara untuk mengadakan unjuk rasa mendukung tindakan keras terhadap “terorisme”.

“Semua warga Mesir, rakyat, partai, tentara dan polisi, agar menjaga keamanan negara mereka dan mencegah semua yang dapat menyebabkan perang saudara, yang merugikan semua pihak” demikian seruan Perhimpunan Sunni Qardhawi yang berpusat di Doha ini.

Dikatakannya, rakyat Mesir harus menggunakan kebijaksanaan dalam mengatasi kemelut itu, menjaga sifat damai unjukrasa mereka dan bersabar dalam semua keadaan.

Selain itu, warga Qatar Kelahiran Mesir ini juga mendesak negara lain muncul dengan prakarsa mendesak untuk menyelesaikan kemelut berbahaya itu, yang mengancam keamanan Mesir serta dunia Arab dan Muslim.

Sebelumnya, pada Juli, Qadrawi, pengulas tetap di televisi Al-jazeera dan memiliki jutaan pendukung di Arab itu mengeluarkan fatwa mendesak warga Mesir mendukung pemimpin terguling itu.

Sementara itu, Qatar, pendukung kuat pemberontakan Kebangkitan Arab dan pendukung presiden terguling Mesir Mohammad Moursi mendukung seruan dunia bagi pembebasannya dari tahanan sementara dan menyatakan cemas atas kekerasan, yang melanda Mesir.

Kantor berita resmi Qatar QNA dengan mengutip pernyataan pejabat Kementerian Luar Negeri menyatakan Qatar prihatin atas perkembangan di Mesir, terutama dengan peningkatan jumlah korban di kalangan warga.

Sedangkan Ikatan Cendekiawan Muslim pada Rabu malam mengeluarkan fatwa, melarang warga Mesir menanggapi setiap panggilan mengarah ke perang saudara atau menutup-nutupi kekerasan terhadap pihak mana pun atau memicu hasutan.

Sebelumnya, Panglima tentara Mesir Jenderal Abdel Fattah Sisi pada Rabu menyerukan gerakan rakyat pada Jumat untuk mendukung tindakan keras pasukan keamanan terhadap “terorisme dan kekerasan”.

Dengan ketegangan sudah berlangsung tinggi pada tiga pekan sesudah tentara menggulingkan Presiden Mohamed Moursi, seruan oposisi untuk berunjukrasa meningkatkan kemungkinan kekerasan maut akan berlanjut.

 

Sumber: Ant

Editor  : Febri S

Berita Terkait

BAGIKAN