Satu Juri Zimmerman Muncul Mengatakan Penyesalannya

Foto: Guardian.co.uk

Orlando, Sayangi.com – Seorang juri kedua dalam persidangan George Zimmerman dalam kasus pembunuhan remaja berkulit hitam, Trayvon Martin telah memberikan wawancara di TV dan mengatakan bahwa dirinya sebenarnya ingin mengantarkan Zimmerman ke penjara. Tetapi bukti yang berada di tangan tidak cukup untuk membuatnya dipenjara.

“Anda tidak dapat menempatkan orang di penjara meskipun dalam hati kami kami merasa dia bersalah,” katanya kepada reporter ABC, Robin Roberts dalam sebuah wawancara yang dijadwalkan akan ditayangkan pada Jumat pagi. “Tapi kami harus menyimpannya dalam hati dan kembali melihat bukti-bukti yang ada sebagai dasar dalam melihat persoalannya,” kata wanita itu.

Zimmerman, seorang pria kulit putih, ditemukan tidak bersalah atas dugaan pembunuhan pada 13 Juli setelah pengadilan ras dikenakan. Vonis tidak bersalah yang diberikan padanya memicu demonstrasi di seluruh Amerika Serikat.

Para juri tetap menekankan bahwa mereka berada di bawah perintah seorang hakim tanpa bisa dilihat wajahnya. Juri B29 diperbolehkan wajahnya ditampilkan, tetapi yang digunakan hanya nama Maddy. Perempuan berusia 36 tahun itu berasal dari Puerto Rico dan dia baru saja pindah dari Florida ke Chicago. Dia adalah ibu dari 8 anak dan merupakan asisten perawat.

Juri B29 adalah juri kedua untuk berbicara dalam sebuah wawancara televisi, dan yang pertama untuk menunjukkan wajahnya.

Juri B37, seorang ibu dari dua anak yang dibesarkan dalam keluarga militer, muncul minggu lalu di CNN dengan wajahnya dikaburkan. Dia mengatakan, dia yakin Zimmerman, 29, adalah “dibenarkan” dalam penembakan Martin (17) selama konfrontasi di masyarakat yang terjaga keamanannya di pusat Florida pada Februari 2012.

Dia bilang dia tidak berpikir Zimmerman memiliki konflik rasial dengan Martin. Ia juga percaya bahwa Martin lah yang menyerang Zimmerman sehingga dirinya membuat sebuah pembelaan diri dengan menembakkan senjatanya.

Tak lama setelah wawancara, yang memicu reaksi permusuhan di media sosial, CNN mengatakan, empat juri lainnya merilis pernyataan menjauhkan diri dari komentar-komentar B37.

Juri B29 setuju dengan B37 bahwa kasus itu tidak pernah dan tidak ada hubungannya dengan ras kulit putih dan kulit hitam, meskipun tuduhan jaksa bahwa Zimmerman telah memiliki kecurigaan terhadap Martin ketika dia menelepon polisi untuk melaporkan seseorang yang bertindak mencurigakan di masyarakat dekat Orlando.

Jaksa menuduh Zimmerman curiga dengan gerak-gerik Martin dan mengikutinya diam-diam serta berbuat main hakim sendiri. Pengacara Zimmerman mengatakan ia bertindak membela diri setelah Martin mulai memukuli kepalanya ke trotoar beton.

Apapun kebenarannya, juri B29 berkata Zimmerman memiliki banyak hak untuk menjawab.

“George Zimmerman berhasil lolos dari tuduhan pembunuhan, tetapi Anda tentu tidak bisa menjauh dari Tuhan. Dan pada akhir hari, dia akan memiliki banyak pertanyaan dan jawaban yang harus dia tangani sendiri dan tak bisa dibuktikan secara hukum,” kata Maddy.

Ketika juri mulai musyawarah, dia bilang dia awalnya sepakat untuk menghukum Zimmerman. “Saya adalah juri yang berusaha untuk memperjuangkan pendapat itu hingga putusan juri-juri lainnya menggantung. Aku berjuang sampai akhir,” katanya.

Pada hari kedua pembahasan dia menyadari tidak ada cukup bukti untuk menghukum Zimmerman dalam melakukan pembunuhan di bawah hukum Florida, katanya.

Ketika ditanya oleh Roberts apakah kasus tersebut harus diajukan ke pengadilan, juri mengatakan, “Saya tidak berpikir begitu. Saya merasa hal yang seperti ini adalah aksi publisitas,” katanya.

Dia mengatakan, bahwa setelah sidang berakhir, ia bergumul dengan keputusannya dan memiliki waktu dimana ia sulit tidur dan sulit makan. Dia bilang, dia merasa berhutang kepada orang tua Martin untuk meminta maaf. “Aku sakit seperti ibunya Trayvon Martin. Karena ibu manapun pasti akan merasakan sakit yang sama di dalam kondisi itu,” katanya. (FIT/Guardian)

Berita Terkait

BAGIKAN