Brimob vs Sabhara: Polda Jateng Masih Usut BBM Bripda Fahri

Foto ilustrasi: polri.go.id

Jakarta, Sayangi.com – Kompolnas menyayangkan kurangnya disiplin para polisi muda. Sementara Polda Jateng mengaku belum menetapkan pihak mana yang bersalah dalam kasus pertikaian Sat Brimob dan Sat Sabhara.

Pernyataan Mabes Polri Kamis kemarin (25/7) yang menyebutkan bahwa perseteruan antara Sat Brimob Polda Jawa Tengah dengan Sat Sabhara Polda Jawa Tengah, Rabu malam (24/7) semata terjadi lantaran luapan emosi para polisi muda, disambut dengan nada heran oleh Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas). Hal itu menunjukkan masih belum jalannya penanaman disiplin di kalangan polisi muda.

Soal disiplin ini, kata Kompolnas, harus benar-benar mendapat perhatian dari Polri. “Saya kira perlu kita tambahkan soal penanaman disiplin yang kuat bagi mereka, disamping pendidikan (normal),” ungkap Komisioner Kompolnas, Edi Hasibuan, saat dikonfirmasi Sayangi.com, Jumat (26/7). Jika masalah disiplin ini tak diselesaikan dengan baik, Edi khawatir peristiwa serupa bisa terulang di masa depan.

Sementara itu di Jawa Tengah, Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jawa Tengah mengaku masih memeroses anggota-anggota Sat Brimob dan Sat Sabhara yang bertikai Rabu kemarin (24/7). Demikian disampaikan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat, Polda Jawa Tengah, Kombes Djihartono, saat dihubungi wartawan pada Jumat (26/7). “Belum, belum, masih proses,” jawab Djihartono, ketika ditanyakan perihal perkembangan kasus yang sempat menghebohkan itu.

Lebih lanjut Djihartono menambahkan, hingga kini belum ada satu pun pelaku yang dinyatakan bersalah. Ia menerangkan, timnya masih mendalami BBM atas nama Bripda Fahri (Sat Sabhara), yang diduga menjadi pangkal perselisihan diantara dua kesatuan Kepolisian itu. “Informasi awal yang kami terima begitu,” pungkasnya, membenarkan bahwa kekisruhan itu besar kemungkinan dipicu oleh BBM tersebut. (MSR)