Alat Keruk Rusak, DKI Sulit Atasi Tumpukan Sampah

Foto: Antara

Jakarta, Sayangi.com – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama (Ahok) mengaku kesulitan dalam mengelola sampah Ibukota karena tidak didukung peralatan yang memadai. Ahok mengaku dirinya selama ini sering mendapatkan keluhan dari pihak pekerja kebersihan terkait rusaknya alat berat pengeruk sampah milik Pemprov DKI.

“Saat ini kondisinya memang sedang ada kendala. Menurut laporan dari kapangan memang saat ini banyak mesin-mesin berat kondisinya rusak,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama, saat dijumpai wartawan di Balaikota DKI, Jumat (26/7).

Kata Ahok, kendala utama dalam proses pengerukan sampah-sampah di DKI ini ada pada alat-alat berat. Sementara alat-alat yang selama ini digunakan mengangkat sampah-sampah di sungai-sungai terjadi kesulitan untuk mengangkatnya.

“Timbunan sampah di DKI kan banyak, seperti gunung. Jadi pengangkatan sampah yang ada di sungai itu kendala utamanya, banyak alat berat yang berfungsi mengangkat sampah rusak. Sulit diangkatnya,” ucap Ahok.

Diketahui bahwa Pemprov DKI Jakarta hanya memiliki 600 unit alat berat pengeruk sampah. Dari jumlah 600 unit itu, sebagian sudah dipakai sejak 15 tahun silam, bahkan kebanyakan alat-alat berat yang banyak digunakan tersebut rata-rata sudah dipakai selama 30 tahun.

“Kebanyakan udah 30 tahun, sebagian kecil 15 tahun. Itu juga dioperasionalkan secara terpaksa. Sekarang malah banyak yang rusak. Saat ini memang masih dalam proses pengalihan wewenang dari Dinas Pekerjaan Umum DKI ke Dinas Kebersihan DKI. Ke depannya nanti pekerjaan pengangkatan sampah ini akan dipercepat, juga efisiensi anggarannya,” pungkas Ahok. (HST)