Bentrokan Sinai, 2 Prajurit Tewas, 4 Luka-Luka

Foto: thestar.com.my

Kairo, Sayangi.com – Dua prajurit Mesir tewas dan empat lain cedera Kamis (25/7) ketika orang-orang bersenjata memberondongkan tembakan ke sebuah pos pemeriksaan militer di kota Sheikh Zuweid, Sinai Utara, kata beberapa sumber keamanan dan medis kepada Reuters.

Militan juga menyerang empat lokasi lain militer di Sheikh Zuweid, yang terletak di dekat perbatasan Mesir dengan Israel dan Jalur Gaza, mencederai sedikitnya tiga prajurit.

Semenanjung Sinai dilanda peningkatan serangan sejak militer menggulingkan presiden pada 3 Juli.

Dalam serangan-serangan terpisah pada Rabu (24/7), dua prajurit terbunuh dalam bentrokan, dan empat militan tewas ketika mobil mereka yang membawa bom meledak di dekat sebuah kantor polisi.

Sumber-sumber medis mengatakan, sekitar 20 polisi dan prajurit tewas di Sinai sejak penggulingan Presiden Mohamed Mursi.

Militan di Sinai Utara, sebuah daerah gurun di dekat perbatasan Mesir dengan Israel dan Jalur Gaza, menyerang pos-pos pemeriksaan keamanan dan sasaran lain hampir setiap hari sejak 3 Juli.

Sumber-sumber militer memperkirakan, terdapat sekitar 1.000 militan bersenjata di Sinai, banyak dari mereka orang suku Badui, yang terpecah ke dalam sejumlah kelompok dengan ideologi berbeda atau loyalitas suku, dan sulit untuk melacak mereka di daerah gurun itu.

Ikhwanul Muslimin kubu Mursi mengatakan, peningkatan kekerasan itu mungkin juga direkayasa sendiri oleh militer.

“Kami tidak mengesampingkan kemungkinan bahwa kekerasan di Sinai tercinta merupakan peristiwa rekayasa,” kata juru bicara Ikhwanul Muslimin Ahmed Aref beberapa waktu lalu.

“Insiden-insiden kekerasan terhadap warga sipil, polisi dan militer di Sinai merupakan pekerjaan badan intelijen yang bertujuan membelokkan protes damai revolusioner orang-orang kami di Sinai untuk menentang kudeta militer,” ujar pemimpin senior Ikhwanul Muslimin Essam El-Erian.

Tidak jelas apakah serangan terakhir itu terkait dengan penggulingan Mursi, yang terpilih secara demokratis setahun lalu. Gerakan Ikhwanul Muslimin sejak itu mengadakan protes sendiri, dimana puluhan orang tewas.

Kekacauan meluas di Sinai sejak penggulingan Presiden Hosni Mubarak dalam pemberontakan rakyat 2011 dan militan meningkatkan serangan-serangan terhadap pasukan keamanan di perbatasan dengan Israel.

Militan-militan garis keras yang diyakini terkait dengan Al Qaida memiliki pangkalan di kawasan gurun Sinai yang berpenduduk jarang, kadang bekerja sama dengan penyelundup lokal Badui dan pejuang Palestina dari Gaza. (FIT/Reuters)