Militer Mesir Ultimatum Ikhwanul Muslimin

Foto: news.yahoo.com

New York, Sayangi.com – Pemimpin baru Mesir berusaha memajukan rencana peralihan bagi pemerintah sementara dan pemilihan umum baru, tapi Ikhwanul Muslimin berkeras menuntut Moursi dipulihkan pada jabatannya. Angkatan Bersenjata Mesir memberi ultimatum 48 jam bagi kubu Ikhwanul Muslimin untuk bergabung dalam barisan nasional, atau mereka akan ‘dibersihkan’, demikian laporan kantor berita resmi Mesir, MENA.

Di dalam pernyataan yang dijuluki kesempatan terakhir, militer Mesir menyatakan akan mensahkan strategi baru guna menghadapi “terorisme hitam” setelah berakhirnya protes pro militer (yang direncanakan digelar pada Jumat). Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, Kamis (25/7), mendesak semua pihak di Mesir menahan diri secara maksimum dan menyerukan pemerintah sementara agar menjamin hukum dan ketenangan serta keselamatan dan keamanan semua warga Mesir.

“Sekretaris Jenderal mengikuti secara seksama, dan dengan keprihatinan yang meningkat, perkembangan di Mesir,” demikian isi satu pernyataan yang dikeluarkan di Markas PBB oleh juru bicara Ban.

Ia mendukung hak semua rakyat Mesir untuk menggelar protes secara damai. Pernyataan Ban tersebut dikeluarkan saat ketegangan kembali meningkat di Mesir sebelum demonstrasi dilakukan oleh kubu yang bertikai (militer dan pendukung presiden yang dikudeta, Mohamed Moursi pada Jumat).

Sekretaris Jenderal mengulangi seruannya bagi dialog nasional dan proses perujukan yang melibatkan semua pihak,” kata pernyataan itu sebagaimana dikutip Xinhua. “Tujuannya harus memetakan jalur perdamaian ke arah kembalinya secara penuh kendali sipil, ketenangan undang-undang dasar dan pemerintahan yang demokratis. Mohamed Moursi dan pemimpin Ikhwanul Muslimin yang saat ini ditahan mesti dibebaskan atau kasus mereka ditinjau-ulang secara transparan tanpa penundaan,” kata pernyataan itu. (FIT/Ant)