Di Antara Sakralnya Ramadhan dan Asmara Subuh Para Remaja

Foto: Antara

Dumai, Sayangi.com – Keragaman yang ada di negeri Indonesia sedikit banyak telah mengundang lahirnya tradisi-tradisi unik Ramadhan dari berbagai daerah. Dari sekian banyaknya tradisi tersebut ada beberapa tradisi yang dinilai kurang layak untuk dilakukan. Sebut saja tradisi “Asmara Subuh” yang ada di beberapa daerah seperti di Kota Dumai Provinsi Riau.

Asmara Subuh merupakan tradisi remaja setempat yang melakukan interaksi dan aktivitas setelah subuh, baik bersama teman-teman atau bahkan lebih sering dengan pasangan. Di beberapa kota, tradisi ini mungkin memang tidak memiliki nama, dan kegiatannya pun biasanya hanya berupa jogging atau membakar petasan setelah subuh. Namun lain yang yang terjadi di Riau, tradisi Asmara Subuh sendiri biasanya diisi dengan jalan-jalan atau bercengkrama di sekitar taman, ruang publik atau bahkan di jalanan dengan membakar petasan hingga konvoi motor. Mayoritas yang mengikuti kegiatan ini adalah pasangan remaja yang berpotensi melakukan perbuatan melanggar norma agama dan hukum.

Ditilik dari beberapa sumber, Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Kota Dumai menyatakan bahwa kegiatan tradisi ini cenderung mengarah ke hal-hal yang negatif seperti melakukan hubungan asmara dan lainnya. Dan Islam mengharamkan kegiatan Asmara Subuh. Maka itu tradisi ini harus segera dihentikan dan lenyapkan. Namun dalam sudut pandang lain mengatakan bahwa Asmara Subuh bukan sesuatu yang harus dilarang, selama pelaku-pelaku Asmara Subuh tidak melanggar norma agama dan hukum.

Berbagai razia dan penertiban di berbagai kota seperti di Riau dan di palembang pun dilakukan oleh Satpol PP atau Kepolisian setempat sebagai upaya untuk menekan maraknya tradisi remaja yang satu itu. Diharapkan para orang tua dan sekolah dapat lebih meningkatkan pengawasan dan bimbingan kepada putra-putri mereka agar lebih berkreasi melakukan hal-hal yang lebih baik dan bermanfaat saat Ramadhan. (FIT/berbagai sumber)