Rektor UII: Sikap Kedermawanan Dibutuhkan Untuk Atasi Kemiskinan

Foto: Sayangi.com/Emil

Yogyakarta, Sayangi.com – Budaya kedermawanan, tolong menolong, dan semangat kerja keras perlu dikembangkan di Indonesia sebagai salah satu solusi penanggulangan masalah kemiskinan.

Demikian disampaikan Rektor Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, Edy Suandi Hamid. “Hal itu penting karena masih banyak penduduk Indonesia yang kehidupan ekonominya tergolong kurang mampu atau miskin,” tandasnya di acara penyerahan secara simbolis santunan kepada kaum dhuafa di Kompleks Masjid Syuhada Yogyakarta.

Menurut Edy, data dari Bank Dunia pada Maret 2013 menunjukkan, dari 234 juta penduduk Indonesia, lebih dari 32 juta diantaranya hidup di bawah garis kemiskinan, dan sekitar setengah dari seluruh rumah tangga tetap berada di sekitar garis kemiskinan nasional. Hal itu menunjukkan, hingga saat ini bangsa Indonesia masih disuguhi problem klasik berupa potret kemiskinan warga. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada Maret 2013, jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 28,07 juta orang atau 11,37 persen.

“Angka kemiskinan itu masih jauh di bawah target kemiskinan yang ditetapkan Pemerintah dalam APBN Perubahan 2013 sebesar 10,5 persen,” katanya. Edy mengatakan, potret kemiskinan lainnya juga terlihat ketika belum lama ini pemerintah membagikan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) sebagai kompensasi dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

“Banyak orang berdesakan hanya untuk merebutkan uang yang jumlahnya Rp300 ribu. Hal itu menunjukkan bagaimana sebetulnya di Indonesia angka kemiskinan masih tinggi jika dibandingkan dengan jumlah warga yang tergolong kaya,” katanya. Menurut dia, sebagai bentuk kepedulian kepada kaum dhuafa, Universitas Islam Indonesia (UII) bekerja sama dengan Kelompok Pengajian Al Hijrah Masjid Syuhada mengadakan kegiatan pembagian santunan kepada warga Turi, Sleman.

“Melalui kegiatan bertajuk ‘UII Berbagi’ dibagikan santunan uang total senilai Rp20 juta kepada 100 kepala keluarga yang dinilai kurang mampu. Pembagian santunan dilakukan di Masjid Al Karim Girikerto, Turi, Sleman,” katanya. Edy mengatakan, santunan itu diberikan semata-mata dalam rangka meringankan beban masyarakat yang dinilai membutuhkan, meskipun nilainya tidak seberapa diharapkan dapat meringankan beban warga.

“Kegiatan itu merupakan kelanjutan dari kegiatan yang telah dilakukan sebelumnya. UII telah melakukan kegiatan sosial dengan menggelar pasar murah yang berlokasi di sekitar kampus terpadu UII dan Hunian Tetap (Huntap) Pagerjurang, Cangkringan, Sleman,” katanya. Menurut dia, kegiatan sosial itu dijalankan sebagai salah satu agenda perayaan Milad ke-70 UII. Semakin spesial karena dilakukan di tengah nuansa bulan suci Ramadhan di mana umat Islam dianjurkan untuk saling berbagi.

“UII sebagai bagian dari masyarakat tentu memiliki kewajiban untuk ikut peduli. Islam mengajarkan bahwa sesungguhnya di dalam harta yang kita miliki terdapat dimensi sosial karena di dalamnya terkandung hak orang lain,” kata Edy. (MSR/ANT)