Hatta: Masalah Bandara Kuala Namu Jangan Dibesar-besarkan

Foto: medanmagazine

Jakarta, Sayangi.com – Bandara Internasional Kuala Namu di Medan, Sumatera Utara resmi beroperasi Kamis (25/7/2013). Namun banyak ditemui kekurangan terkait bandara pengganti Bandara Polonia Medan itu.

Menanggapi hal itu, Menko Perekonomian Hatta Rajasa memaklumi kekurangan tersebut. Menurutnya, sebagai bandara baru, pasti ada banyak kekurangan dalam hal operasional hingga teknis bandara yang telah menelan investasi Rp5,8 triliun itu.

“Begini, saya ingin sampaikan namanya barang baru, ingat ketika Hong Kong pindah terjadi kepanikan penumpang dan kekacauan penumpang. Jadi enggak usah dibesar-besarkan. Mari kita perbaiki dan kita antisipasi. Kalau perlu pasti kita akan perbaiki kekurangannya,” kata Hatta di kantornya, Jakarta, Jumat (27/7/2013).

Tidak hanya Hong Kong, sambung dia, kisruh pengoperasian bandara baru juga dialami Thailand. Bahkan kejadian di Thailand jauh lebih parah.

“Bandara Hong Kong yang begitu besar, dan Thailand juga saat memindahkan bandaranya langsung didemo dan diduduki saja masih terus dilanjutkan,” jelasnya.

Kendati demikian, ia berjanji akan segera melakukan percepatan pembangunan fasilitas infrastruktur pendukung bandara seperti jalan. Pemerintah kata dia, akan meminta PT Raillink untuk menyediakan kapasitas kereta api bandara yang jauh lebih besar. Cara ini dilakukan agar pengangkutan penumpang dari Medan menuju Kuala Namu dapat berjalan cepat dan optimal.

Ia juga menegaskan, pemerintah kini sudah berusaha untuk mempercepat pembangunan infrastruktur penunjang Bandara Kuala Namu yang memang masih belum siap.

“Kita sudah pikirkan itu, belum siap untuk bandara sebesar itu, karena jalan tolnya terhambat masih ada yang perlu kita perlebar. Namun saya harapkan kereta api bisa menambah kapasitas,” ujar Hatta.

Salah satu kekurangan di bandara baru ini adalah soal panasnya udara di dalam bandara. Ini terjadi karena operasional pendingin ruangan (AC) belum maksimal. Selain itu airport tax bandara dengan luas 1.365 hektare (ha) dinilai terlalu mahal, yakni Rp100.000. Tapi sayang, Hatta tak mau menanggapi soal harga tersebut.

“Soal airport tax, saya enggak mau komentar, masih tunggu laporan.” (MI)